Sempat Unggul, Sriwijaya FC Takluk dari PSM

Senin, 17 Oktober 2016

Palembang, Sumselupdate.com – Kekecewaan sangat terlihat di wajah pemain Sriwijaya FC usai wasit Iwan Sukoco meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan melawan PSM Makassar, Senin (17/10/2016) di stadion Andi Mattalatta Makassar.

Laga ini akhirnya dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor tipis 2-1, setelah Ferdinan Sinaga mencetak gol kemenangan di injury time babak kedua.

Read More

Gol tersebut langsung mendapat protes keras dari pelatih Laskar Wong Kito, Widodo C Putro yang menganggap wasit keliru dalam mengambil keputusan.

“Kejadiannya sangat dekat dengan asisten wasit, anehnya Iwan juga berani memutuskan bola untuk PSM, padahal asistennya belum memutuskan. Silakan liat rekaman pertandingannya, semua orang di stadion juga tahu bahwa lemparan tersebut harusnya untuk Sriwijaya FC,” keluhnya usai pertandingan.

Menurutnya bola yang hendak diamankan Ngurah Nanak sebelum keluar lapangan dan sudah sangat jelas menyentuh pemain PSM Titus Bonai terlebih dulu.

“Jarak saya sangat dekat dengan kejadian, sehingga jelas sekali dan kesalahan seperti ini bukan sekali dilakukan pada pertandingan ini. Terakhir sangat fatal dan mengapa saat injury time?,” tambahnya

Menurutnya, Sriwijaya FC tidak layak kalah di pertandingan ini dan poin yang sudah di depan mata lenyap, karena buruknya kepemimpinan wasit. “Bagi saya SFC tidak kalah dan minimal mendapat poin di laga ini, mereka sudah berjuang membuat pemain PSM tidak berkembang. Namun sangat disayangkan, turnamen yang harusnya untuk kepentingan timnas, malah terus dirusak seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, Rene Albert, Pelatih PSM Makassar enggan mengomentari kepemimpina wasit dan lebih menyoroti buruknya pengaturan jadwal di kompetisi TSC 2016.

“Kemarin di Malang kami harus bermain jam 10 malam, sekarang justru harus memulai laga jam 3 sore, di bawah teriknya matahari, musim depan hal ini tidak boleh terjadi. Jadwal sangat padat sekali dan pemain jadi korbannya,” keluhnya.

Pelatih asal Belanda ini menegaskan sulit baginya menuntut pertandingan yang berkualitas, bila hal ini terus terjadi. “Lapangan juga tidak memadai, bagaimana sepakbola Indonesia bisa maju? Saya harus sampaikan ini dan pihak operator harus mengurus hal mendasar seperti ini dulu, karena sangatlah penting dan bila tidak dilakukan, maka tidak mungkin ada perkembangan positif,” tukas dia. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts