Teheran, Sumselupdate.com – Iran dilaporkan telah meminta kelompok Houthi di Yaman untuk bersiaga menutup Selat Bab el-Mandeb apabila Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik milik Iran.
Laporan tersebut disampaikan Reuters pada Kamis (16/7) dengan mengutip tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, yakni dua pejabat senior Iran dan satu sumber regional.
Menurut laporan itu, rencana tersebut telah dibahas di tingkat kepemimpinan Iran dan telah disampaikan kepada kelompok Houthi sebagai langkah antisipasi jika konflik dengan AS semakin meluas.
Seorang sumber yang dekat dengan Houthi mengatakan kelompok tersebut telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Bab el-Mandeb. Persiapan itu dilakukan dengan menempatkan rudal dan drone di sekitar jalur strategis tersebut.
Selat Bab el-Mandeb merupakan pintu masuk menuju Laut Merah dan menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Terusan Suez. Jalur ini juga menjadi rute utama distribusi energi dan perdagangan internasional.
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa sejumlah perwakilan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran yang berada di Yaman akan menentukan waktu penutupan selat apabila situasi mengharuskannya.
Sementara itu, militer Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran. Washington menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas tindakan angkatan bersenjata Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pemerintah AS mengeklaim serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di kawasan Teluk.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menyasar pangkalan serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
(**)











