Perbaikan Jalan Dianggarkan Rp10 Miliar, DPRD Sumsel Tampung Aspirasi Warga Desa Gajah Mati

Writer: - Selasa, 14 Juli 2026
Anggota DPRD Sumatera Selatan berdialog dengan masyarakat saat kegiatan reses di Balai Desa Tebing Bulang, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (4/7/2026). Beragam aspirasi disampaikan warga, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan pelayanan publik, usulan pendirian SMK, hingga perhatian terhadap kesejahteraan perangkat desa. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

Musi Banyuasin, Sumselupdate.com – Perbaikan jalan, solusi pembukaan lahan pertanian, hingga bantuan sarana ibadah menjadi aspirasi utama masyarakat Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dalam kegiatan Reses Masa Sidang VI Anggota DPRD Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gajah Mati tersebut dihadiri anggota DPRD Sumsel Daerah Pemilihan (Dapil) IX, yakni Alwis Gani (Fraksi Partai Gerindra), Abusari, SH, MSi (Fraksi Partai NasDem), Dr. Tamrin, MSi (Fraksi Partai Golkar), Susy Imelda Frederika (Fraksi PDI Perjuangan), M. Hasan Haikal (Fraksi Partai Kebangkitan Nusantara), dan Andi Rizkiyansyah, SIP (Fraksi Partai Golkar).

Read More

Turut hadir Kepala Desa Gajah Mati Arianto, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Gajah Mati menyampaikan bahwa desa yang dipimpinnya memiliki sekitar 3.600 penduduk dengan mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun. Pemerintah desa juga memiliki program santunan kematian sebesar Rp1 juta bagi setiap warga yang meninggal dunia.

Memasuki sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi. Jayadi meminta pemerintah mempercepat perbaikan jalan penghubung Kecamatan Sungai Keruh menuju Kabupaten PALI yang kondisinya dinilai rusak dan menghambat aktivitas masyarakat.

Anggota DPRD Sumatera Selatan menyerap aspirasi masyarakat saat kegiatan reses di Balai Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin pada 3-10 Juli 2026. Warga menyampaikan berbagai usulan, di antaranya perbaikan jalan penghubung ke Kabupaten PALI, solusi pembukaan lahan pertanian, serta peningkatan sarana pendukung kegiatan masyarakat. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa).

Selain itu, ia menyoroti kesulitan petani dalam membuka lahan setelah adanya larangan membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, bantuan 10 unit ekskavator yang disiapkan pemerintah untuk satu kabupaten belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Permintaan serupa disampaikan Amrullah yang berharap pemerintah segera memperbaiki jalan dan memberikan solusi pembukaan lahan bagi petani.

Sementara itu, Ketua Pengajian Desa Gajah Mati, Maryani, mengusulkan bantuan pengeras suara untuk menunjang kegiatan keagamaan di desa.

Ketua Pengajian Gajah Mati, Nona Hadisah Rohayani, juga mengusulkan bantuan dana transportasi bagi masyarakat yang memiliki keperluan ke Pendopo Sekayu, bantuan perangkat pengeras suara (TOA), serta seragam bagi kelompok pengajian.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, anggota DPRD Sumsel menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar pada tahun 2026 untuk perbaikan jalan di wilayah tersebut.

Di bidang pendidikan, masyarakat juga diingatkan bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya pembangunan maupun SPP dari peserta didik. Pemerintah Kabupaten Muba juga tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat guna memperluas akses pendidikan.

Untuk sektor pertanian dan perkebunan, pemerintah sedang melakukan penataan tata ruang dan tata wilayah sebagai bagian dari penyesuaian alih fungsi lahan pertanian menuju kawasan perkebunan.

Usulan bantuan pengeras suara akan direalisasikan dalam bentuk barang sesuai mekanisme yang berlaku.

Sedangkan terkait pembukaan lahan, Pemerintah Kabupaten Muba telah menyiapkan 10 unit ekskavator yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Namun, biaya bahan bakar minyak (BBM) dan honor operator menjadi tanggung jawab peminjam. Proses pengajuan bantuan dilakukan melalui pendataan oleh kepala desa yang kemudian diteruskan kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin.

Reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat Desa Gajah Mati untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan di lapangan, sekaligus menjadi bahan bagi anggota DPRD Sumsel dalam memperjuangkan program pembangunan yang menjadi prioritas masyarakat pada pembahasan anggaran mendatang.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts