Rupiah Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Inflasi Amerika dan Sinyal The Fed Jadi Pemicu

Writer: - Jumat, 26 Juni 2026
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, (Suara.com/Alfian Winanto)

Jakarta, Sumselupdate.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (26/6/2026) pagi. Pelemahan dipicu meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.995 per dolar AS atau melemah 52 poin (0,29 persen) dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.943 per dolar AS.

Read More

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh data inflasi inti Amerika Serikat yang mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mencapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023, serta pernyataan hawkish pejabat The Fed,” ujar Lukman.

Menurutnya, komentar sejumlah pejabat The Fed semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan di Amerika Serikat berpotensi tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama.

“Pejabat The Fed Austan Goolsbee dan John Williams sama-sama menyatakan inflasi AS masih terlalu tinggi. Hal ini meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed,” katanya.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Bahkan, tidak menutup kemungkinan rupiah kembali menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam sebesar 0,38 persen, disusul baht Thailand yang turun 0,31 persen.

Dolar Singapura turut melemah 0,05 persen, yuan China terkoreksi 0,02 persen, dolar Hong Kong turun 0,01 persen, sedangkan yen Jepang melemah tipis 0,006 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih mampu menguat. Ringgit Malaysia naik 0,28 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, dan dolar Taiwan terapresiasi 0,11 persen terhadap dolar AS.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts