Baturaja, Sumselupdate.com – Sejumlah orangtua siswa Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Asyifa Baturaja mempertanyakan tidak disalurkannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak mereka pada Selasa (26/5/2026), padahal kegiatan belajar mengajar masih berlangsung normal.
Yayasan Ponpes Asyifa menaungi empat jenjang pendidikan, yakni Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), dengan jumlah siswa sekitar 500 orang.
Para orangtua mengaku heran karena pada hari tersebut sekolah-sekolah lain yang berada dalam cakupan distribusi dapur yang sama tetap menerima paket MBG.
Ahmad, salah seorang perwakilan orangtua siswa yang juga Ketua Komite Sekolah, mengatakan dirinya mengetahui anaknya tidak menerima MBG saat pulang sekolah.
Padahal, ketika mengantar anaknya ke sekolah, ia melihat dapur MBG yang lokasinya bersebelahan dengan sekolah tetap beroperasi seperti biasa.
“Biasanya saya selalu bertanya kepada anak menu MBG hari ini apa. Tapi hari itu anak saya bilang tidak dapat. Padahal dapur MBG saya lihat tetap buka dan beraktivitas. Tentu ini menjadi pertanyaan saya dan orangtua lainnya,” ujar Ahmad kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan orangtua siswa lainnya. Mereka mengaku tidak membekali anak dengan makanan karena mengira program MBG tetap berjalan seperti hari-hari sebelumnya.
“Biasanya anak dapat makan dari program MBG. Jadi hari itu tidak saya beri bekal lagi, ternyata tidak dapat dan anak pulang dalam kondisi lapar,” kata salah seorang wali murid.
Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui alasan pasti tidak disalurkannya MBG pada hari tersebut.
Koordinator MBG untuk tingkat MA dan RA, Jazirah, didampingi pengurus asrama Melda, menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian distribusi makanan pada 26 Mei 2026.
Menurutnya, beberapa hari sebelumnya pihak dapur sempat menanyakan jadwal libur Idul Adha kepada salah satu guru yang ditunjuk sebagai koordinator MBG sekolah.
“Saat itu dijelaskan bahwa libur dimulai pada hari Idul Adha, namun sekolah belum mengetahui tanggal pastinya karena masih menunggu surat edaran resmi. Kemudian setelah ada keputusan, libur ditetapkan mulai 28 Mei hingga 1 Juni 2026. Jadi tanggal 26 Mei masih aktif belajar,” jelas Jazirah.
Ia mengatakan pihak sekolah kesulitan memberikan penjelasan kepada wali murid karena tidak menerima informasi apa pun dari pihak dapur terkait penghentian distribusi MBG.
Terpisah, Kepala SPPG Dapur Permata Air Paoh II, Abi Zikri, melalui Asisten Lapangan (Aslap) Febri menjelaskan bahwa distribusi MBG pada 26 Mei tetap berjalan untuk sekolah-sekolah lain yang menjadi tanggung jawab dapur tersebut.
Namun khusus untuk Yayasan Ponpes Asyifa, pihak dapur menerima informasi bahwa sekolah diliburkan pada hari tersebut.
“Beberapa hari sebelumnya kami mengonfirmasi kepada salah satu staf tata usaha yayasan. Saat itu kami mendapat informasi bahwa sekolah libur pada hari Selasa tersebut. Berdasarkan informasi itu, kami melaporkan sekolah dalam kondisi libur sehingga tidak masuk dalam distribusi hari itu,” jelas Febri.
Ia menambahkan, sesuai prosedur operasional, pemesanan bahan makanan dilakukan dua hari sebelum distribusi karena pasokan bahan berasal dari Palembang.
Ketika pihak sekolah menginformasikan bahwa kegiatan belajar masih berlangsung, waktunya dinilai sudah terlalu dekat untuk melakukan penambahan bahan makanan.
“Informasi bahwa sekolah masih aktif kami terima pada Senin siang atau sehari sebelum distribusi. Saat itu supplier sudah tidak memungkinkan menambah kebutuhan bahan karena persiapan telah berjalan,” katanya.
Meski demikian, pihak dapur mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yayasan atas kesalahpahaman yang terjadi.
“Kami sudah meminta maaf kepada pihak sekolah. Ini bukan unsur kesengajaan, melainkan miskomunikasi. Kami terbuka menerima kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi agar pelayanan ke depan lebih baik,” pungkasnya.
(**)











