Indonesia-China Godok Upaya Penguatan Perdagangan Sarang Burung Walet

Writer: - Selasa, 14 April 2026
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) dan China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) menggelar Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia (China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit Forum) di Jakarta pada 13 April 2026. (Xinhua/Ditjen PEN Kementerian Perdagangan RI)

Jakarta, Sumselupdate.com – Pertemuan antara beberapa asosiasi peternak sarang burung walet, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI), dan China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) dalam acara Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia (China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum) di Jakarta pada Senin (13/4) membahas berbagai upaya untuk mendorong penguatan ekspor sarang burung walet asal Indonesia ke pasar China.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Atase Perdagangan RI di Beijing, serta beberapa asosiasi pengekspor Indonesia.

Read More

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan RI menyebut forum ini sebagai upaya penguatan komitmen untuk mempertahankan akses pasar komoditas sarang burung walet ke China.

Hal tersebut disampaikan mengingat China yang telah lama menjadi pasar utama sarang burung walet asal Indonesia, dengan nilai ekspornya mencapai 380,2 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.622) pada 2025, menyumbang 80 persen dari total nilai ekspor komoditas tersebut.

“Pemulihan manufaktur dan kebijakan peningkatan konsumsi domestik China membuka peluang bagi produk pertanian tropis, makanan dan minuman olahan, perikanan, serta komoditas bernilai tambah asal Indonesia,” demikian dikutip dari pernyataan Ditjen PEN.

Baca juga : Indonesia Jajaki Kerjasama Dengan China Soal Akses Vaksin HPV

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Bambang Irianto, yang menghadiri forum itu, menyampaikan bahwa pertemuan itu membahas berbagai isu, yang salah satu di antaranya upaya penyelesaian hambatan ekspor yang dihadapi oleh beberapa pengekspor karena belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh pihak berwenang China. Sementara, isu-isu lainnya berhubungan dengan penurunan harga komoditas yang dikhawatirkan akan memengaruhi minat para peternak sarang burung walet di Indonesia.

Baca juga : Kunjungan Turis China ke Indonesia Tembus 150.800 pada Februari 2026

“Kami juga membahas peluang pasar baru seiring tren generasi muda di China yang cenderung mengonsumsi produk sarang burung walet dalam bentuk lain, seperti minuman siap saji, sehingga kebutuhan ekspor ke China saat ini tidak hanya dalam bentuk mangkuk,” ujar Irianto kepada Xinhua.

Ruang peningkatan ekspor komoditas sarang burung walet ke China sebenarnya masih terbuka, mengingat pemerintah China telah menetapkan kuota ekspor asal Indonesia yang mencapai 700 ton, sementara realisasinya pada tahun lalu hanya tercatat 421,6 ton. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts