Palembang, Sumselupdate.com – Harga emas perhiasan di Kota Palembang pada H+5 Idul Fitri 1447 Hijriah atau Rabu (25/3/2026) tercatat mengalami penurunan sebesar Rp200 ribu per suku. Setelah masa libur Lebaran, harga emas 22 karat kini berada di kisaran Rp15 juta per suku atau setara 6,7 gram.
Penurunan ini terjadi dibandingkan harga sebelum libur cuti Lebaran yang sempat bertahan di angka Rp15,2 juta per suku. Meski turun, pelaku pasar menilai harga emas masih berada dalam level tinggi karena sepanjang Maret 2026 pergerakannya cenderung fluktuatif.
Pantauan di sejumlah pusat perdagangan emas di Palembang menunjukkan aktivitas jual beli belum sepenuhnya pulih. Sebagian besar toko emas masih tutup dan baru akan kembali beroperasi normal pada Kamis (26/3/2026) setelah libur panjang Idul Fitri.
Harga emas perhiasan 22 karat atau kadar 92 persen sepanjang pertengahan Maret sebelumnya bergerak pada rentang Rp15,2 juta hingga Rp15,7 juta per suku. Bahkan pada awal Maret, harga sempat melonjak hingga menembus Rp16 juta per suku akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pelaku usaha emas menyebut perubahan harga di Palembang dapat terjadi sewaktu-waktu karena mengikuti pergerakan pasar internasional dan kurs mata uang. Kondisi tersebut membuat harga di tiap toko juga bisa berbeda tergantung stok dan kebijakan masing-masing pedagang.
Baca juga: Harga Emas di Palembang Kompak Turun, Dampak Konflik Global
Sementara itu, pengamat ekonomi Sumatera Selatan Soekanto menilai fluktuasi harga emas tidak hanya dipengaruhi kondisi politik dunia, tetapi juga perubahan pola investasi masyarakat.
Menurutnya, penurunan permintaan emas fisik ikut memberi tekanan terhadap harga karena sebagian masyarakat kini mulai beralih ke emas digital maupun instrumen investasi berbasis platform keuangan.
“Jika permintaan perhiasan atau kebutuhan industri menurun, maka harga emas bisa mengalami koreksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketidakpastian geopolitik seperti konflik di sejumlah kawasan dunia, termasuk memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran, tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arah harga emas dalam jangka pendek.
(**)











