Keterangan Saksi H Rudi Dinilai Berubah, JPU KPK Soroti Perbedaan dengan BAP kasus POKiR OKU

Writer: - Jumat, 27 Februari 2026
Jaksa penuntut umum KPK menghadirkan tiga orang saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pokok pikiran (Pokir) DPRD (OKU) (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Jaksa penuntut umum KPK menghadirkan tiga orang saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pokok pikiran (Pokir) DPRD (OKU), yang menjerat empat orang terdakwa yaitu Parwanto, Robi Vitergo, Ahmat Thoha, dan Mendra SB, di PN Tipikor Palembang, Jumat (27/2/2026).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai hakim Fauzi Isra SH MH, salah satu saksi wakil ketua DPRD OKU H Rudi, diingatkan oleh Jaksa KPK untuk tidak memberikan keterangan berbelit-betil.

Read More

“Saksi sudah beberapa kali jadi saksi memberikan keterangan di persidangan sebelumnya, jangan sampai memberikan keterangan palsu, ingat sesuai dengan pasal yang dikenakan keterangan palsu bisa di pidana.

“Ya” jawab saksi H Rudi.

Saksi H Rudi mengatan pada saat itu yang membuka topik pembahasan permasalahan dana Pokir tersebut Nopriansyah.

“Ya, saya disuruh PJ Bupati OKU ke the Zuri pada saat itu,” tutur saksi.

Usai skorsing sidang, JPU KPK, M Takdir Suhan mengatakan adanya ketidaksesuaian antara keterangan saksi di persidangan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Baca juga : Sidang OTT OKU, Kuasa Hukum Nilai Tuduhan Fee Pokir Belum Terbukti di Persidangan

Menurut Takdir, dalam BAP disebutkan adanya pembahasan mengenai pembagian dana untuk seluruh anggota dewan dalam pertemuan pada malam 21 di Hotel Desuri.

“Sudah kami minta di depan Majelis Hakim agar melihat kembali BAP saksi. Di situ ditegaskan memang ada pembahasan terkait pembagian untuk semua anggota dewan. Bahkan disebut ada Rp1 miliar untuk pimpinan, yang diperuntukkan bagi masing-masing perwakilan kubu,” tegasnya saat memberikan keterangan kepada awak media ketika sidang diskors.

Tak hanya soal angka fantastis, JPU juga menekankan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam kondisi sadar. Dalam sidang terungkap bahwa tidak ada minuman beralkohol yang dikonsumsi.

“Ditegaskan hanya minum jus, tidak ada alkohol. Artinya semua dalam kondisi sadar dan memahami apa yang dibahas malam itu,” ujar Takdir.

Baca juga : 15 Saksi Bakal Dihadirkan di Sidang Korupsi Pokir DPRD OKU, Termasuk Bupati OKU

Keesokan harinya, pihak-pihak yang disebut hadir dalam pertemuan tersebut datang secara kompak. Hal ini, menurut JPU, menguatkan dugaan adanya kesepahaman yang sudah terbangun sebelumnya.

Namun yang paling menyita perhatian adalah sikap salah satu saksi yang kerap mengaku lupa saat dicecar pertanyaan oleh jaksa maupun majelis hakim.

“Tadi kami ingatkan, posisi duduk saksi bisa berubah. Kalau tidak jujur atau berbohong, tinggal tunggu waktu. Saat ditanya JPU dan hakim banyak lupa, tapi saat ditanya penasihat hukum justru lancar,” kata Takdir dengan nada tegas.

Majelis hakim juga telah mengingatkan bahwa status saksi dapat berubah apabila terbukti memberikan keterangan palsu di persidangan.

Tak berhenti di situ, JPU juga menemukan kejanggalan dalam keterangan saksi Hajirudin dan Iqbal. Keduanya sama-sama mengklaim sebagai pihak yang melakukan panggilan telepon dalam komunikasi yang dipersoalkan.

“Sama-sama mengaku yang menelepon dan yang ditelepon. Ini kan janggal. Pasti ada salah satu yang tidak jujur,” ujarnya.

Perbedaan keterangan juga muncul terkait siapa yang lebih dulu meninggalkan lokasi pertemuan. Bahkan fakta baru terungkap, tidak hanya pihak yang berada di lantai 15 hotel, tetapi ada nama-nama lain yang disebut menunggu di area parkir untuk memantau situasi.

“Semua fakta ini akan kami analisa. Nama-nama yang muncul tentu akan kami panggil untuk pendalaman,” tambah Takdir.

JPU menegaskan, pembuktian perkara ini masih membutuhkan pendalaman melalui alat bukti dan saksi tambahan.

Hingga berita ini diturunkan, persidangan masih berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lanjutan. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts