Phnom Penh, Sumselupdate.com – Pemerintah Kamboja menangkap sebanyak 2.044 warga negara asing (WNA) dalam operasi besar-besaran pemberantasan penipuan daring. Penangkapan ini diumumkan oleh juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, pada Minggu (1/2).
Ribuan tersangka tersebut berasal dari delapan kewarganegaraan dan diamankan saat aparat menggerebek sebuah kompleks kasino yang terdiri dari 22 bangunan di Kota Bavet, Provinsi Svay Rieng, Kamboja bagian tenggara. Wilayah tersebut diketahui berbatasan langsung dengan Vietnam. Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (31/1).
Touch Sokhak menegaskan operasi tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah Kamboja dalam memerangi kejahatan penipuan daring yang selama ini meresahkan.
“Ini benar-benar mencerminkan bahwa pemerintah Kamboja tidak akan pernah melonggarkan penindakan terhadap para pelaku penipuan daring,” ujar Touch Sokhak dalam keterangan resmi.
Ia juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjadi tempat aman bagi jaringan kejahatan siber. Menurutnya, Kamboja justru akan menjadi tempat yang tidak ramah bagi para pelaku kejahatan lintas negara tersebut.
Operasi ini merupakan bagian dari penertiban nasional terbesar yang pernah dilakukan Kamboja dalam memberantas jaringan penipuan daring. Langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan, ketertiban umum, serta keselamatan sosial masyarakat.
Sebelumnya, Komite Ad-Hoc Kamboja untuk Memerangi Penipuan Daring melaporkan bahwa dalam tujuh bulan terakhir, aparat telah menangkap total 5.106 tersangka penipuan daring dari 23 kewarganegaraan. Dari jumlah itu, sebanyak 4.534 orang telah dideportasi ke negara asal masing-masing.
(**)











