New York, Sumselupdate.com – Harga emas dunia mencetak sejarah baru. Kontrak berjangka emas Comex untuk pengiriman Februari menembus level historis 5.000 dolar AS per ons untuk pertama kalinya dalam perdagangan elektronik Globex pada Minggu (25/1/2026) malam waktu setempat. Dengan kurs 1 dolar AS setara Rp16.838, lonjakan ini menandai penguatan signifikan di pasar emas global.
Berdasarkan survei Kitco News, sejumlah analis masih memandang prospek emas tetap positif. Sentimen tersebut ditopang oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, kekhawatiran berkelanjutan terkait potensi pengaruh politik terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, serta kecemasan pasar atas valuasi saham dan momentum di pasar komoditas.
Analis pasar sepakat bahwa pelemahan dolar AS menjadi faktor utama di balik reli emas terbaru. Penjualan obligasi pemerintah AS yang terus berlangsung, baik dipicu kepentingan geopolitik maupun isu keberlanjutan utang, memperkuat tren pelemahan dolar secara luas. Kondisi ini mendorong sebagian arus modal beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, di tengah prospek yang optimistis, sejumlah analis mengingatkan potensi risiko koreksi dalam waktu dekat. Harga emas dinilai berpeluang mengalami jeda teknis atau koreksi tajam setelah mencatat kenaikan signifikan dalam periode terakhir.
(**)











