Bangun Jalan Khusus Batubara, Herman Deru Groundbreaking Fly Over PT SLR di Lahat

Writer: - Sabtu, 17 Januari 2026
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melakukan groundbreaking pembangunan fly over KM 111 PT Servo Lintas Raya di Kabupaten Lahat, Jumat (16/1/2026), sebagai bagian dari pembangunan jalan khusus angkutan batubara. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Lahat, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru kembali melanjutkan agenda strategis penataan angkutan batubara dengan melakukan groundbreaking pembangunan fly over KM 111 PT Servo Lintas Raya (SLR) di Kabupaten Lahat, Jumat (16/1/2026) siang.

Kegiatan ini dilakukan usai Herman Deru melaksanakan groundbreaking pembangunan underpass PT Mustika Indah Permai (MIP). Dua infrastruktur tersebut merupakan bagian dari pembangunan jalan khusus angkutan batubara yang diharapkan mampu mengurangi dampak lalu lintas dan lingkungan bagi masyarakat.

Read More

“Dua kegiatan hari ini sangat vital dalam pengangkutan sumber daya alam, khususnya batubara di Sumsel. PT MIP dan PT SLR menunjukkan niat baik serta aksi nyata dalam mendukung kebijakan jalan khusus batubara, yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Herman Deru.

Menurutnya, Kabupaten Lahat merupakan salah satu daerah dengan potensi batubara terbesar di Sumatera Selatan. Karena itu, aktivitas pertambangan harus ditata secara baik dan berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi daerah, negara, pelaku usaha, dan masyarakat.

Herman Deru menjelaskan, sejak diberlakukannya Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2018, pemerintah provinsi terus melakukan penataan angkutan batubara secara bertahap. Pada awal penerapan, solusi yang tersedia masih terbatas, namun kehadiran jalan khusus batubara kini menjadi jawaban atas persoalan kemacetan dan dampak lingkungan.

“Angkutan batubara yang sebelumnya melintas ke Palembang sudah kita alihkan ke jalan khusus. Walaupun awalnya belum sempurna, berkat komitmen bersama kini lalu lintas lebih tertib, pengusaha dapat beroperasi dengan lancar, dan masyarakat tidak lagi terganggu,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan jalan khusus batubara juga berdampak terhadap sektor lain, termasuk perkeretaapian. Sekitar 60 persen omzet PT Kereta Api Indonesia di Sumsel ditopang oleh angkutan batubara, sehingga diperlukan sinergi yang saling menguntungkan.

“Sebagai gubernur, saya berkewajiban menata persoalan ini bersama masyarakat. PT MIP dan PT SLR saya harapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam membangun jalan khusus batubara,” tegasnya.

Herman Deru juga mengingatkan bahwa kebijakan larangan angkutan batubara melalui jalan umum bukan untuk menghambat investasi, melainkan sebagai upaya kemanusiaan guna melindungi masyarakat dari debu dan pencemaran udara.

“Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium, ISPU sempat berada di ambang batas. Sekarang masyarakat sudah bisa merasakan perbedaannya, udara lebih bersih dan lingkungan lebih nyaman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru meminta Dinas Tenaga Kerja mencarikan solusi terbaik terkait dampak terhadap tenaga kerja, seraya menegaskan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan bukan pemutusan hubungan kerja.

Sementara itu, Direktur Utama PT Servo Lintas Raya, Viktor Budi Tanuaji, mengatakan pembangunan fly over KM 111 dilakukan untuk menyempurnakan jalur hauling agar tidak lagi bersinggungan dengan jalan umum.

Fly over tersebut dirancang sepanjang sekitar 370 meter, lebar 11 meter, dan elevasi 5,2 meter, dengan estimasi waktu pembangunan hingga 12 bulan.

“Kami memilih fly over karena underpass rawan banjir. Setelah seluruh perizinan selesai, pembangunan akan segera dimulai. Kami juga mohon pengertian masyarakat jika nantinya terdapat kendala teknis akibat faktor cuaca,” ujarnya.

Wakil Bupati Lahat, Widya Ningsih, menyampaikan bahwa PT SLR menjadi perusahaan kedua di Kabupaten Lahat yang cepat merespons instruksi Gubernur Sumsel terkait pembangunan jalan khusus dan larangan angkutan batubara melalui jalan umum.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas antara PT Servo Lintas Raya dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, disaksikan sejumlah pemangku kepentingan terkait.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts