Komisi V DPR Soroti Infrastruktur Perbatasan di Kaltara

Writer: - Selasa, 28 Oktober 2025
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda. (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPR RI).

Tarakan, Sumselupdate.com – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, memimpin langsung Tim Kunjungan Kerja Reses ke Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kunjungan tersebut  dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap program pembangunan infrastruktur dan transportasi yang pembiayaannya bersumber dari APBN.

Read More

Menurut Huda, Komisi V menaruh perhatian serius terhadap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Transmigrasi, BMKG, hingga BNPP dan Basarnas.

Dikatakan, seluruh program tersebut harus berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Kaltara ini bukan hanya provinsi baru hasil pemekaran dari Kalimantan Timur pada 2012, tapi juga berhadapan langsung dengan Malaysia. Artinya, infrastruktur di sini adalah garda depan wajah Indonesia di perbatasan utara,” ujar Huda di Tarakan, Kaltara, Senin (27/10/2025).

Komisi V DPR RI menilai pembangunan infrastruktur dan transportasi di Kaltara sangat mendesak. Selain menjadi pintu gerbang utara Indonesia yang berbatasan dengan Sabah dan Serawak (Malaysia), Kaltara juga memiliki potensi ekonomi besar yang dapat berkembang pesat bila didukung konektivitas dan fasilitas publik memadai.

Karena itu, Huda menegaskan, sangat penting  percepatan pembangunan infrastruktur dasar, seperti bendungan untuk kebutuhan air baku, pembangunan jaringan jalan antarwilayah, serta penyediaan sarana transportasi publik, termasuk penambahan maskapai penerbangan dan pembangunan Terminal Tipe A di sejumlah titik strategis.

“Infrastruktur dasar di Kaltara adalah fondasi utama bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Tanpa itu, pertumbuhan wilayah ini akan tertinggal jauh dibandingkan daerah lain, padahal potensinya luar biasa,” kata Politisi Fraksi PKB ini.

Dia juga menyoroti progres pembangunan Jembatan Binuang yang menghubungkan akses Malinau–Krayan. Proyek tersebut sempat terkendala akibat adanya blokir anggaran sekitar Rp50 miliar berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

“Kami ingin memastikan proyek strategis seperti Jembatan Binuang tidak terus terhambat. Akses ini vital bagi konektivitas masyarakat perbatasan dan untuk menekan ketergantungan ekonomi dengan wilayah Malaysia,” tutur Huda.

Dia menambahkan, posisi geografis Kaltara yang berhadapan langsung dengan Sabah dan Serawak membuat wilayah ini harus menjadi prioritas pembangunan nasional.

Bahkan, dalam pertemuan tersebut Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menyebut semacam ada sindiran Garuda di Dadaku, Malaysia di Perutku.

“Itu sebab infrastruktur di sini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga harga diri bangsa,” tegas Huda.

(**)

 

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts