Anggota Komisi VI DPR Usulkan Danantara Bisa Buy Back Saham Demi Jaga IHSG

Writer: - Kamis, 27 Maret 2025
Anggota Komisi VI DPR RI, Mulyadi. (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPR RI).

Jakarta, Sumselupdate.com – Sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik  Oktober 2024, nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia mengalami penurunan signifikan, sekitar 19,48 persen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalang an investor.

Salah satu dugaan penyebab adalah pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Investor khawatir karena Danantara akan mengelola aset BUMN, termasuk bank-bank besar.

Read More

Anggota Komisi VI DPR RI Mulyadi mengusulkan agar Danantara memiliki dasar hukum untuk melakukan pembelian kembali (buy back) saham. Hal ini diharapkan dapat menstabilkan pasar modal.

“Harus ada  aturan, ke depan Danantara bisa juga investasi di sektor portfolio. Karena di Pasar Modal, jangan kan informasi valid, rumor saja bisa mempengaruhi index pasar,” ujar Mulyadi di Jakarta, Rabu (26/3/2025).

Jadi, Danantara bisa menjaga pasar menjadi lebih stabil. Hal ini merujuk kejadian beberapa waktu lalu IHSG turun sampai 5 persen dalam beberapa jam. Akibatnya, terjadi trading halt.

Mungkin dengan komunikasi publik yang baik, menyampaikan akan intervensi atau buy back saham BUMN yang sehat, pasar kemungkinan besar akan bereaksi.

Mulyadi yakin, dengan kekuatan modal besar milik Danantara, keseimbangan pasar saham bisa terjaga dengan baik.

Dengan intervensi buy back yang dilakukan Danantara, kejadian trading halt bisa ditanggulangi dengan baik.

Artinya, tidak perlu dana besar masuk bursa yang range Rp9 triliun sampai dengan Rp13 triliun per hari, investor yang akan improvisasi sendiri menjaga keseimbangan.

Mulyadi menekankan, buy back saham perlu payung hukum terlebih dahulu.Seperti BI menjaga nilai tukar rupiah.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Dedek Prayudi atau Uki menilai, IHSG yang merosot karena para investor sedang melepas kepemilikan saham di seluruh dunia dan beralih ke emas.

“Katanya asing enggak percaya sama pemerintah Prabowo katanya nih, sehingga IHSG ditinggalkan, sehingga IHSF turun, merosot, kurang lebih begitu, katanya,” kata Uki dalam tayangan video di akun resmi instagram PCO, Rabu (26/3/2025).

“Faktanya investor itu sebenarnya sedang melepas kepemilikan saham di seluruh dunia. Untuk apa? Untuk membeli aset yang lebih aman, misalnya seperti emas,” tambahnya.

Uki melanjutkan, atas hal itu semua bursa di dunia menjadi turun. Dia mencontohkan saham S&P 500 yang dalam 1 bulan sudah turun drastis 10 persen.

Aibatnya lanjut dia, semua bursa turun. Jadi enggak cuma IHSG ya. S&P 500 misalnya itu dalam 1 bulan turun udah 10 persen. Dan harga emas otomatis  melejit naik.

Uki menambahkan, di dalam negeri, pemerintah sedang menerbitkan surat utang negara (SUN). Menurutnya, uang yang terkumpul dari SUN itu tembus Rp28 Triliun.

“Dan ini justru menggambarkan kepercayaan pasar terhadap masyarakat pemerintah, di samping mengalihkan modal dari IHSG tadi ke SUN tadi,” katanya.

Uki kembali menegaskan, iklim investasi di Indonesia masih terjaga dengan baik. Dia meminta masyarakat tidak panik.

Dia minta masyarakat tidak takut. Defisit tetap terjaga di 2,5 persen PDB. Penerimaan pajak bruto mengalami kenaikan 6,6 persen dan penawaran surat berharga negara atau SBN yang masuk ke pemerintah itu sekitar 62 triliun rupiah, di mana 23 persennya itu berasal dari luar negeri.

“Jadi teman-teman enggak usah khawatir sekali lagi, iklim investasi tetap terjaga baik. Dan pemerintah bekerja keras siang malam untuk jaga iklim ini tetap baik,” tegasnya.

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts