Charleston, Sumselupdate.com – Topan Matthew yang menerjang Haiti dan Kuba terus bergerak mendekati Florida, Georgia, South Carolina dan North Carolina yang ada di Amerika Serikat.
Kini badai yang paling mematikan ini sudah melewati wilayah pantai South Carolina yang menyebabkan banjir di kota pelabuhan Charleston. Ketinggian air dilaporkan mencapai leher orang dewasa di sejumlah titik.
Ribuan orang di South Carolina sudah meninggalkan rumahnya untuk mengungsi di tempat penampungan seperti aula sekolah. Dikutip detikcom dari BBC, Minggu (9/10/2016), Gubernur South Carolina, Nikki Haley, memperingatkan warganya untuk tetap tinggal di lokasi penampungan selama dua hari ini.
Pusat pemantau badai, National Hurricane Center (NHC) menyebut topan Matthew kategori 1 ini berkecepatan 120 km/jam. Menurut NHC, topan menimbulkan gelombang pasang air laut yang bergerak ke daerah dekat pantai.
Badai ini tercatat sudah menewaskan hampir 900 orang di Haiti, 4 orang di Republik Dominika dan empat orang lainnya di Florida.
Tak hanya korban jiwa berjatuhan, puluhan ribu orang juga kehilangan tempat tinggal akibat topan dahsyat ini.
Setidaknya tiga kota melaporkan kematian puluhan warganya, termasuk kota Chantal yang menurut wali kotanya, 86 orang tewas, kebanyakan saat pohon-pohong tumbang menimpa rumah-rumah. Lebih dari 20 orang belum ditemukan di kota tersebut.
Menurut pejabat-pejabat lokal dan perlindungan sipil seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (8/10/2016), jumlah korban jiwa sejauh ini telah mencapai 877 orang. Sekitar 61.500 orang kehilangan rumah mereka dan kini berada di tempat-tempat penampungan.
Di wilayah Haiti lainnya, Grand’Anse, puluhan orang juga belum ditemukan usai topan melanda. Masyarakat setempat sangat membutuhkan bantuan.
“Ini bencana kemanusiaan,” tutur Frenel Kedner, pejabat pemerintah di kota Jeremie, wilayah Grand’Anse. “Masyarakat sangat membutuhkan makanan, air, obat-obatan,” imbuhnya.
Kemalangan warga Haiti ditambah dengan adanya wabah kolera. Di kota Anse-d’Hainault, tujuh orang tewas akibat penyakit kolera. Sebanyak 17 kasus kolera lainnya dilaporkan di kota Chardonnieres, wilayah pantai selatan Haiti.
“Dikarenakan banjir yang masiv dan dampaknya pada air dan infrastruktur sanitasi, kasus-kasus kolera diperkirakan akan melonjak setelah Topan Matthew dan selama musim hujan biasa hingga awal 2017,” demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) dalam statemennya. (hyd)











