Tebingtinggi, Sumselupdate.com – Identitas pelaku penyanderaan anak di Desa Tabah Kebun, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya terungkap.
Pelaku yang bernama Jefry, warga Kota Jambi saat ini masih dalam perawatan medis pihak RSUD Empat Lawang, usai dilumpuhkan petugas saat melepaskan aksi penyanderaan yang dilakukan pelaku, Minggu (8/12/2024) pagi.
Kapolres Empat Lawang AKBP Dody Surya Saputra, SIK melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP Elan Sitompul didampingi Kasat Reskrim AKP Alpian mengatakan, motif pelaku melakukan penyanderaan anak masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Menurut dia, peristiwaa penyanderaan bermula pagi tadi, pelaku datang ke lokasi pondok kebun orang tua korban sekitar dua kilometer dari pemukiman warga.
Saat itu orang tua korban tengah melakukan aktifitas menyadap karet dan perawatan kebun dengan cara merumput.
Tiba tiba pelaku langsung naik ke pondok dan menggendong korban lalu melakukan penyanderaan di dalam pondok kecil milik orang tua korban.
Dengan memegang senjata tajam jenis pisau, sontak anak kecil yang menjadi korban penyanderaan ini berteriak ketakutan.
Mendengar teriakan anaknya, orang tua korban sontak bergegas ke pondok. Nah, orangtua korban melihat anaknya di dalam pondok sudah disandera oleh pelaku dengan pisau yang menempel di leher.
Melihat pemandangan mengerikan itu, Ari (orang tua korban –red) berupaya untuk menyelamatkan buah hatinya.
Upaya untuk menyelamatkan anaknya, di mana ibunda korban memberitahu saudari perempuan Ari warga terdekat dan langsung melaporkan ke Polsek Tebingtinggi Polres Empat Lawang.
Setelah mendapatkan laporan, polisi langsung ke TKP melakukan negosiasi. Warga banyak yang datang ingin meringsek dan aksi anarkis.
Namun polisi dipimpin Kanit Reskrim melakukan negosiasi kurang lebih dua jam kepada korban secara persuasif dan meredam emosi massa.
Pelaku sempat berbicara dengan polisi, saat itu pelaku masih menempelkan sajam di leher korban.
Tak ingin korban terluka, petugas terpaksa mengupayakan dengan paksa dengan mengambil tindakan tegas dan terukur (menembak) karena pelaku dapat membahayakan korban.
Sempat suasa tegang karena massa ingin melakukan aksi main hakim sendiri. Saat itu polisi sigap lalu berhasil membawa pelaku keluar lokasi kebun. Sedangkan korban berhasil diselamatkan.
“Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan motif pelaku melakukan aksi. Di RSUD polisi masih berjaga, sedangkan kami masih menunggu laporan dari orangtua korban bagian Reskrim. Harapan kami kepada warga jika ada orang yang mencurigakan seyogianya dapat langsung memberitahukan kepada polisi. Kami siap melayani masyakarat, untuk melindungi dan menjaga rasa aman kepada masyarakat,” imbau AKP Elan Sitompul.
Untuk diketahui korban bernama M Kenzi (4) anak semata wayang Ari Tri Sutowo (27) dan Dewa Permata (22), warga Desa Tabah Kebun, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang.
Diceritakan Ari, saat itu sekitar pukul 09.00 WIB, dirinya menyadap karet dan tak lama kemudian mendengar teriakan anaknya di pondok yang lokasi jarak pondok 10 meter. Saat itu, dirinya langsung ke pondok melihat anak sudah disandera.
“Kata dia (pelaku) berbicara dia (pelaku –red) hanya minta mobil untuk dianter pulang ke Palembang, lalu mengatakan ingin pulang, namun tidak punya uang maupun harta lainnya,” tuturnya.
Ari menyampaikan ucapan terimah kasih kepada pihak kepolisian dalam membebaskan dan menyelamatkan anaknya.











