Ratusan Kendaraan Terjaring Operasi Patuh Musi 2024 oleh Satlantas Polres OKU Timur

Writer: - Selasa, 23 Juli 2024
Ratusan Kendaraan Terjaring Operasi Patuh Musi 2024 oleh Satlantas Polres OKU Timur
Ratusan Kendaraan Terjaring Operasi Patuh Musi 2024 oleh Satlantas Polres OKU Timur

Martapura, Sumselupdate.com – Sebanyak 61 pelanggar mendapatkan sanksi tilang dan 515 pengendara sanksi teguran. Ratusan pelanggar tersebut terjaring dalam hari ke delapan Operasi Patuh Musi 2024 oleh Satlantas Polres OKU Timur.

Kapolres OKU Timur AKBP Kevin Leleury Sik Msi, melalui Kasat Lantas, AKP Panca Mega Surya, SH MH mengatakan, pelanggar yang berhasil terjaring itu didominasi oleh kendaraan tanpa nomor polisi (plat nomor).

Read More

Selain itu, banyak juga kendaraan yang tidak dilengkapi atribut lainnya seperti tidak ada sepion, melawan arus dan tidak menggunakan helm.

“Pelanggaran lalulintas ini terutama terjadi di wilayah padat, seperti di Kecamatan Martapura dan Belitang,” jelas Kasat Lantas AKP Panca Mega Surya, Selasa 23 Juli 2024.

Diketahui, Satlantas Polres OKU Timur menggelar Operasi Patuh Musi 2024 selama 14 hari, terhitung dari tanggal 15 hingga 28 Juli 2024 dengan mengusung tema “Tertip berlalu lintas untuk mewujudkan Indonesia Emas”.

Dalam Ops Patuh Musi tahun 2024 ini ada beberapa yang menjadi sasaran, di antaranya pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, usia di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan Helm SNI dan Safety Belt.

“Sasaran lainnya, pengendara yang konsumsi alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan serta menggunakan knalpot racing,” kata Panca.

Sebelumnya, Kapolres OKU Timur AKBP AKBP Kevin Leleury SIK MSi, mengatakan dari data hasil anev pelaksanaan operasi patuh musi 2023, mengalami kenaikan bidang pelanggaran, dibandingkan dengan operasi patuh musi 2022.

“Sehingga dari hasil anev tersebut, Ops Patuh kali ini menargetkan untuk menurunkan titik lokasi kemacetan, pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam rangka cipta kondisi menjelang pilkada serentak,” tuturnya.

Ditegaskannya, adapun yang menjadi sasaran operasi kali ini sesuai karakteristik wilayah masing-masing seperti ranmor R2 dan R4 yang melawan arus, tidak menggunakan TNKB atau tidak sesuai spektek penggunaan helm SNI dan bonceng lebih dari satu.

Selain itu, lokasi troublespot dan blackspot di wilayah masing-masing serta masyarakat teroganisir dan tidak teroganisir, kelompok ormas dan kelompok pemgemudi angkutan umum maupun online juga menjadi sasaran. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts