Menyongsong Inklusivitas: Pendekatan Pembinaan Keagamaan di Lapas yang Mengutamakan Ramadhan

Writer: - Minggu, 31 Maret 2024
Ilustrasi tahanan sholat berjamaah di dalam penjara (Gambar oleh AI)
Ilustrasi tahanan sholat berjamaah di dalam penjara (Gambar oleh AI)

Jakarta, Sumselupdate.com — Sebagai seorang taruna di Politeknik Pemasyarakatan yang fokus pada inovasi, budaya organisasi, dan kepemimpinan, saya percaya bahwa pendekatan pembinaan keagamaan yang lebih condong ke Ramadhan di lapas memerlukan kesadaran akan inklusivitas dan nilai-nilai universal. Menyadari pentingnya nilai-nilai tersebut dalam membangun lingkungan yang mendukung rehabilitasi, saya berpendapat bahwa pendekatan keagamaan haruslah inklusif, mengakomodasi kebutuhan spiritual dari semua narapidana tanpa memihak pada satu agama tertentu.

Dalam mengimplementasikan pendekatan ini, budaya organisasi di lapas memegang peranan penting. Budaya yang inklusif akan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi narapidana dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Dalam hal ini, pelatihan dan kesadaran staf lapas tentang keberagaman agama menjadi krusial dalam membangun budaya organisasi yang menghargai keberagaman.

Read More

Selain itu, kepemimpinan di lapas harus menjadi contoh yang baik dalam mendukung kebutuhan keagamaan dari semua narapidana. Pemimpin yang memperhatikan keberagaman dan menghormati keyakinan agama akan memastikan bahwa semua kebijakan dan tindakan yang diambil selaras dengan prinsip-prinsip inklusivitas dan penghargaan terhadap keberagaman.

Dengan demikian, pendekatan pembinaan keagamaan yang lebih condong ke Ramadhan di lapas harus didasarkan pada nilai-nilai inklusifitas, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Hanya dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung rehabilitasi secara holistik bagi narapidana, tanpa membedakan agama mereka.

Kegiatan Keagamaan dalam menyambut Ramadhan sangat terasa di lingkungan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Memasuki bulan ramadhan Lapas Semarang menambah intensitas pembinaan kerohanian terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).tujuan kegiatan keagamaan tersebut untuk membekali para WBP dan memberikan kesadaran bagi mereka supaya bertaubat dan selalu ingat kepada sang pencipta sekaligus menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya.

Kegiatan keagaman yang diberikan adalah diantaranya pesantren ramadhan, tadarus, pengajian, kajian rutin, shalat tarawih berjamaah, shalat 5 waktu berjamaah, , buka puasa bersama, buka puasa bersama dengan keluarga bahkan ceramah agama diisi oleh WBP yang paham dengan keagamaan. Dengan intensitas kegiatan keagamaan yang bertambah ini, WBP dapat memanfaatkan momentum ramadhan untuk kembali merefleksikan diri mereka, sehingga sikap dan kepribadiannya menjadi lebih baik lagi.

Kemudian ada kegiatan Pendidikan dan pelatihan Lapas Sleman mengadakan perlombaan bagi warga binaan pemasyarakatan di antaranya lomba adzan, iqomah, tausiyah dan puisi islam. Kegiatan semacam ini dilaksanakan untuk memeriahkan dan menyemarakkan bulan Suci Ramdhan.Selain itu, kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan bagi warga binaan muslim yang ada, dengan diadakan lomba seperti ini warga binaan dapat lebih memantapkan ilmu agamanya khususnya yang beraga muslim. Perlombaan diikuti dengan antusias oleh WBP lapas Sleman.

Selain itu, Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan Pada Ramadhan tahun 2022 Rutan kelas 1 Salemba melaksanakan program Pemberian Bantuan berupa takjil bagi para pengguna jalan dan masyarakat sekitar khususnya bagi yang berpuasa. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Ramadhan 1444H dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan Seni dan Budaya di Lembaga Pemasyarakatan Pariaman menggelar pertunjukan seni budaya oleh Margin X dan Darak Badarak bersama para Narapidana Lapas Pariaman, Kegiatan yang bertema Panggung Keakraban “Terkurung Bukan Berarti Tak Berbudaya” dapat menjadi hiburan dan sarana ekspresi bagi narapidana, sehingga para narapidana tidak merasa jenuh ataupun stress

Kegiatan Olahraga Lembaga pemasyarakatan Padang tingkatkan sinergi dan sprotifitas dengan menggelar turnamen futsal antar pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, pertandingan futsal ini bertujuan untuk mempererat solidaritas, jiwa sportifitas dan kebersamaan antar warga binaan pemasyarakatan dan petugas.

Konseling dan Pendampingan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan bersama Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) Wilayah Jawa Tengah menggelar kegiatan Psikoedukasi Kepada Warga binaan yaitu pendampingan psikologi seperti Psychological First Aid (PFA) dengan tujuan untuk melayani para Warga Binaan Pemasyarakatan, terutama yang mengalami problematika gangguan fungsi psikologis, agar bisa kita reduksi stressornya dan kembali ke fungsi psikologis yang normal kembali/sehat.

Program-program ini bertujuan untuk membantu narapidana menjalani bulan Ramadan dengan baik, meningkatkan ketaqwaan, serta memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih pembebasan bersyarat.

(**)

 

Tentang Penulis:

Bagus Cahyo Ramadhani

NAMA: BAGAS CAHYO RAMADHANI
TTL: TANGERANG, 28 NOVEMBER 2002
JENIS KELAMIN: LAKI-LAKI
UNIVERSITAS: POLITEKNIK ILMU PEMASYARAKATAN
INSTANSI UNIV.: BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BPSDM) HUKUM DAN HAM, KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
ALAMAT UNIV.: JL. RAYA GANDUL NO. 4, CINERE, DEPOK 16512
PROGRAM STUDI: MANAJEMEN PEMASYARAKATAN
HOBI: RUNNING
MOTTO HIDUP: “experience is the best teacher”

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts