Palembang, Sumselupdate.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumsel terus mengupayakan PT Sriwijaya Mandiri Sumsel beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA).
Karena, jika perusahaan tidak melakukan operasional pasca ditetapkannya TAA sebagai KEK pada 30 Juni 2014 lalu, sesuai ketentuan Pasal 36 ayat (2) PP No 2/2011 tentang penyelenggaraan kawasan ekonomi khusus, maka status tersebut akan dibatalkan.
“Yang penting PT Sriwijaya Mandiri ini berbadan hukum dan jalan. Semuanya akan kita dorong agar segera beroperasi. Kalau KEK TAA batal, maka operasional tidak jalan. Jadi, demi kesejahteraan Sumsel kita back up penuh,” kata Ketua Pansus II DPRD Sumsel H Joncik Muhammad, Ssi, SH, MM, saat ditemui di Gedung DPRD Sumsel, Jumat (30/9/2016).
Joncik mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan studi banding ke Pelabuhan Batam. Karena, pelabuhan tersebut berkaitan dengan KEK Tanjung Api-api yang juga ada pelabuhannya. Dari perbandingan tersebut, didapat bagaimana regulasi, perkembangan dan potensi yang ada di Tanjung Api-api.
“Dari hasil kunjungan tersebut, ternyata cukup strategis, apalagi pelabuhan Tanjung Api Api ini nanti bertaraf internasional,” katanya.
Saat ditanya tentang jajaran direksi PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan, Joncik yang juga Ketua Komisi II DPRD Sumsel itu menerangkan, pihaknya telah mendapatkan nama-nama yang bakal diseleksi menjadi direktur utama (Dirut), serta tiga jajaran direksi di bawahnya.
“Untuk jajaran direksi perusahaan, memang ada catatan dari pansus II. Jajaran pengurus mulai dari dirut, direksi dan orang-orang di bawahnya harus betul-betul professional. Jangan karena ada kedekatan dengan penguasa, apakah orang kita atau bukan, tapi yang dijadikan ukuran itu profesional,” katanya.
“Kalau untuk nama-nama calon Dirut PT Sriwijaya Mandiri itu banyak dan sudah ada, mereka merupakan orang-orang terbaik di Sumsel. Namun tetap saja ada fit and proper test yang jelas,” lanjutnya.
Sementara itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus KEK TAA masih terkendala minat investor yang berminat bekerjasama mengembangkan kawasan TAA.
Kepala Badan Penanaman Modal Sumsel, Ruslan Bahri, Jumat (30/9/2016) mengatakan hingga kini pemerintah masih mencari investor yang benar-benar serius untuk berinvestasi di Sumsel, khususnya di kawasan ekonomi khusus TAA.
“Sebelumnya proyek TAA sendiri pernah dilirik investor yang juga mengembangkan kawasan Dubai Port. Tapi belakangan, ternyata mereka masih pikir-pikir. Termasuk beberapa investor asing lainnya juga demikian,” katanya.
Selanjutnya, pemerintah Sumsel hingga saat ini, masih terus berusaha mencari para investor yang serius berminat untuk bekerjasama mengembangkan KEK TAA.
Menurutnya, meski banyak investor asing keluar masuk Sumsel yang melirik dan melakukan penjajakan, namun Pemprov Sumsel juga menurutnya selektif dalam memilih calon investor. Karena meski dibutuhkan, calon investor juga harus sesuai kriteria.
“Selain serius, investor yang berinvestasi di Sumsel juga harus mampu menawarkan sesuatu yang menarik untuk pembangunan di Sumsel,” katanya.
Ditegaskannya walaupun Sumsel masih mencari investor, namum pengerjaan proyek KEK TAA sudah dimulai. (ery)











