Pecatur Sumsel Masih Miliki Peluang dari Mix Standar

Selasa, 27 September 2016
Cabang Olahraga Catur

Palembang, Sumselupdate.com – Tim catur Sumsel masih memiliki satu peluang merebut medali perak di nomor mix standar (campuran) jelang berakhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar ke XIX/2016.

Namun untuk mewujudkan mimpi merebut satu keping medali itu, Kasmiran dkk harus terlebih dahulu menyudahi perlawanan dari pecatur Jatim, Jateng dan DKI Jakarta, pada Rabu (28/9/2016).

Read More

Sekum Persatuan Caturs Seluruh Indonesia (Percasi) Sumsel Mursil Tjik Aman mengatakan pada laga perdana dengan menggunakan sistem setengah kompetisi, pecatur Sumsel berhasil mengandaskan perlawanan Riau 3-1.

“Kita berhasil mengalahkan Riau hari ini. Tapi kita harus melakukan sapu bersih semua laga sisa menghadapi tiga kontingen lainnya untuk merebut medali perak,” ujarnya usai menyaksikan pertandingan cabor catur di Hotel Savoi Bandung, Selasa (27/9/2016).

Mursil menyebut, menghadapi tiga lawan lanjutan itu bukanlah perkara mudah. Terutama para pecatur asal DKI yang menjadi momok menakutkan di PON kali ini. Untuk menghadapi laga sisa ini sendiri pihaknya tengah menyiapkan strategi dengan mengandalkan buah hitam atau pecatur belakang.

“Kita akan Andalkan pemegang buah hitam Alifia dan Kasmiran untuk meladeni perlawanan sengit DKI nanti. Semoga saja kita berhasil merebut medali perak,” harap dia.

Diakuinya, capaian di gelaran PON Tanah Legenda Jabar ini memang jauh dari yang diharapkan. Sebab, pihaknya menargetkan mampu membawa pulang setidaknya dua medali emas dari cabor catur.

“Target kita harus diakui meleset. Dua emas yang dicanangkan hanya mendapatkan satu medali perak saja dari nomo catur kilat,” ujarnya dengan nada sedikit kecewa.

Hasil minor dari pecatur Sumsel bukan karena minimnya persiapan mereka menghadapi PON. Akan tetapi, lawan yang dihadapi dari DKI Jakarta merupakan atlet timnas. Terlebih, ada salah satu pecatur ibukota merupakan asli binaan Bumi Sriwijaya yang membelot.

“DKI itu kuat sekali. Apalagi di nomor beregu putri sulit digeser. Soal kepindahan atlet sudahlah jangan dipermasalahkan lagi. Ke depan kita harus lakukan evaluasi,” terang Mursili. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts