Laporan: A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan di tempat hiburan malam di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan kembali terjadi.
Kali ini menimpa Tudiansyah (34), warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Tudiansyah menemui ajal setelah mengalami luka terbuka di bagian kepala atas dan bengkak di bagian kepala sebelah kiri.
Korban tewas diduga kuat dibunuh setelah datang ke Kafe Siska di Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Minggu (11/12/2022) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat Aiptu Lispono membenarkan peristiwa pembunuhan ini.
Menurut dia, anggota Unit Reskrim Polsek Merapi Barat yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Merapi Barat Ipda Sopran Efendi didampingi anggota Piket KSPK II Polsek Merapi Barat Aipda Rudi Nopiansyah sudah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dikatakan Aiptu Lispono, dari keterangan Walmanudin (40), warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat yang merupakan saksi pelapor, peristiwa pembunuhan ini bermula korban bersama dua rekannya Rasid dan Sardi pergi ke Kafe Siska pada pukul 21.30 WIB.
Aiptu Lispono mengatakan, sebelum pembunuhan terjadi, tepatnya pukul 01.00 WIB, Sardi melihat korban terlibat cekcok mulut dengan Asnawi, saudara dari pemilik Kafe Siska.
Akan tetapi saat itu, Sardi melihat cekcok mulut itu tidak sampai berujung perkelahian. Setelah itu Sardi keluar dari ruang kafe.
“Ketika saksi Sardi masuk ke dalam kafe, dia melihat tubuh korban sudah terkapar bersimbah darah. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Rabain Muaraenim,” tutur dia.
Di sisi lain, rekan korban yang lain bernama Rasid menghubungi Walmanudin melalui via ponsel, memberitahukan jika korban sudah meninggal dunia dan dibawa di Rumah Sakit M Rabain Kabupaten Muaraenim.
“Pukul 06.00 WIB pagi, pelapor dan keluarga membawa korban ke rumah duka di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur,” ujar Aiptu Lispono.
“Pada dasarnya, teman-teman korban yang pergi bersama, yakni Rasid dan Sardi, Siska pemilik kafe, dan pelayan kafe remang-remang bernama Wulan, Pika, Rara, dan Santi, sudah pasti mengetahui siapa pelaku pembunuhan terhadap korban Tudiansyah, dikarenakan saat kejadian korban ada bersama dengan mereka,” Aiptu Lispono.
Dijelaskan Lispono, berdasarkan keterangan dari Sarsdi, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan dari adik pemilik tempat hiburan malam Kafe Siska bernama Asnawi.
Dugaan ini muncul menurut Aiptu Lispono, karena sebelum kejadian, Sardi sempat melihat korban cekcok ribut mulut dengan adik pemilik kafe tersebut.
“Upaya penegakan hukum lebih lanjut oleh unit Reskrim Polsek Merapi Barat guna mengungkap siapa pelak tindak pidana pembunuhan tersebut,” ucapnya. (**)











