Dukung IP 400, Sri Kustina Gelar Bimtek Dengan Kementerian Pertanian

Minggu, 20 Maret 2022
Hj. Sri Kustina dengan perwakilan dari Kementerian Pertanian dan peserta.

Palembang, sumselupdate.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Nasdem, Hj Sri Kustina, bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tanaman pangan sistem pembenihan padi (pemilihan benih umur genjah untuk mendukung IP 400), yang digelar di hotel Emilia Palembang, 13-14 Maret 2022.

Bimtek tanaman pangan tersebut, diikuti peserta sebanyak 76 orang berasal dari kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terdiri dari petani dan penyuluh.

Read More

“Kegiatan Bimtek ini merupakan tindak lanjut terhadap aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihan setiap anggota DPR RI. Juga dalam rangka mendukung program pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang menargetkan produksi padi sebagai salah satu komoditi utama di tahun 2022  ini sebesar 55,20 juta ton, yang disampaikan kementerian Pertanian saat rapat bersama komisi IV DPR-RI,” ujar Sri Kustina, yang saat ini dipercaya duduk di Komisi IV yang salah satu ruang lingkup kemitraannya dengan Kementerian Pertanian.

Ditambahkannya, istri dari Bupati PALI Ir H Heri Amalindo ini melihat, data pertanian dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, produksi padi di Sumsel 2021 tercatat sebanyak 2,55 juta ton gabah kering giling, turun hampir 7 persen dari tahun 2020.

Dimana kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang menyumbang paling besar produksi padi di Sumsel.

“Dengan adanya Bimtek ini diharapkan produksi padi di provinsi Sumsel bisa meningkat lagi,” harap anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan II itu.

Selanjutnya dijelaskan anggota DPR-RI yang rajin turun ke lapangan itu bahwa gerakkan Indeks Pertanian (IP) 400 atau tanam dan panen 4 kali setahun menjadi sebuah cara baru untuk mengoptimalkan potensi pertanian dan pola itu akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi padi.

“Apabila produksi padi meningkat akan bermuara pada ketahanan pangan, karena stok beras selalu tersedia. Gerakan ini adalah program prioritas dari Kementerian Pertanian RI saat ini. Dengan menerapkan IP 400, kita akan menciptakan sebuah pola budi daya maraton. Karena kita harus menanam dan memanen sebanyak 4 kali dalam setahun. Dengan kemajuan sarana dan prasarana pertanian saat ini IP 400 sangat memungkinkan untuk diwujudkan,” terangnya.

Dalam mewujudkan IP 400, Hj Sri Kustina menyebut terdapat beberapa faktor penting yang harus diperhatikan, antara lain sistem irigasi persawahan atau ketersediaan air. Kemudian mekanisme pemupukan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, pemilihan benih dalam mewujudkan IP 400. Pemilihan benih padi unggul memegang peranan penting dalam peningkatan produksi padi.

“Salah satu benih yang sedang berkembang dan banyak dicari petani adalah benih padi super genjah, karena memiliki kelebihan umur pendek, juga hasil panen tergolong lebih tinggi mencapai 10,2 ton gabah kering panen per hektar dalam sekali panen,” tukasnya.

Sehingga pada agenda Bimtek tersebut, Hj Sri Kustina menyatakan bahwa setelah melihat secara langsung kondisi di lapangan dan mengetahui potensi-potensi yang ada Dapil Sumsel II, dirinya mengusulkan kepada Ditjend Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI agar memberikan Bimtek kepada para petani di Sumsel terkait sistem pembenihan padi  khususnya terkait pemilihan benih padi genjah.

“Hal ini agar apa yang menjadi program pemerintah terkait gerakan IP 400 dapat terwujud. Kepada seluruh peserta yang ikuti kegiatan ini saya minta agar benar-benar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, memperhatikan materi yang disampaikan narasumber yang merupakan orang-orang hebat dan ahli dibidangnya. Tetapi harus diingat bahwa pandemi belum berakhir, tetap jaga protokol kesehatan agar kita semua terhindar dari penyebaran covid-19,” pesannya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts