Laporan : Alparizi
Tebingtinggi, sumselupdate.com – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. ABK memang takkan mungkin bisa menyatu dengan anak-anak normal lainnya, karena itulah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menampung ABK agar mendapatkan pendidikan yang pas sangat diperlukan kehadirannya.
Di Empat Lawang, SLB pertama dan satu-satunya terletak di Jalan Poros Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang sudah mulai beroperasi tahun ini.
Nana Suryana selaku Kepala SLB mengatakan, ada sebanyak 19 ABK yang menjadi siswa di sekolah yang ia pimpin. Terdiri dari dua orang tunanetra yang tidak bisa melihat dengan jelas dari jarak jauh namun bisa sedikit melihat dari jarak dekat atau low vision. Kamudian ABK tunarungu atau bisu tuli ada satu orang, dan ABK tunagrahita sebanyak 16 orang dari kelas 1-5 Sekolah Dasar (SD).
“Tahun ini perdana SLB mulai buka proses pembelajaran,” kata Nana, Senin (16/08/2021).
Menurut Nana, ABK juga berhak untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemampuannya. Nana yakin setiap anak mempunyai keunggulan di bidang tertentu.
“Seperti anak Autis misalnya, ada anak autis yang IQ nya tinggi tapi dia sibuk dengan dunianya sendiri, tidak suka bergaul dengan orang lain,” ucapnya.
Senada dengan itu, Silvi salah seorang warga di Kecamatan Tebing yang pernah satu tahun mengajar anak Autis di salah satu Sekolah Alam di Bengkulu mengatakan setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. Dalam hal ini bukanlah pendidikan formal misalnya belajar baca tulis saja, melainkan ABK diajarkan setidaknya bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan mandiri.
“ABK mungkin akan kurang mengerti jika belajar formal seperti biasa. Tapi kita bisa ajarkan mereka melakukan aktifitas sehari-hari misalnya cara memakai sendal sepatu, memakai pakaian berkancing dengan benar, dan lain sebagainya,” tuturnya.(**)











