PALI, sumselupdate.com – Akibat ledakan dalam kegiatan seismik 3D oleh PT Bureau Geophysical Prospekting (BGP) di kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, membuat sejumlah rumah warga yang berada di Desa Tanah Abang Selatan, retak-retak.
Kemal, warga Desa Tanah Abang Selatan merasa kecewa pada PT BGP yang seakan tidak cepat tanggap atas retak-retak yang terjadi pada rumahnya. Bahkan bak mandi miliknya bocor diduga akibat ledakan dinamit dari PT BGP.
“Rumah retak-retak Pak setelah terjadi ledakan dinamit untuk kegiatan seismic. Selain itu, bak mandi kami juga bocor. Saya sangat menyayangkan PT BGP lamban dalam menangani insiden akibat ledakan,” ujar Akmal
Selain itu, permasalahan berbeda juga dirasakan oleh warga desa Muara Sungai. Demek, salahsatu warga setempat menilai PT BGP tidak transparan dalam pelaksanaan ganti rugi kepada warga. “Untuk pembayaran ganti rugi kami dapat informasi bervariasi, ini tentu saja permainan yang dilakukan untuk mengadu domba masyarakat, beda sosialisasi beda kenyataan,” kesalnya.
Terpisah Sekretaris Fakar Lematang, Sharul Mukmin mengharapkan PT BGP untuk mengutamakan kepentingan masyarakat. “Jangan jadikan kehendak perusahaan tanpa koordinasi dengan warga, kita harus menghargai pendapat dan negara kita tetap mengutamakan musyawarah dan kemaslahatan umat. Kita sepakat ini program pemerintah, namun jika ini merugikan rakyat tanggung jawab siapa, negara kan milik kita semua bukan milik golongan tertentu,” tegasnya.
Yoka Akbar, SH, ketua Fakar Lematang, berjanji akan membawa masalah ini ke DPRD kabupaten PALI. “Masalah ini tentu sangat meresahkan masyarakat. Saya berharap DPRD segera panggil PT BGP atas kejadian yang diakibatkan oleh operasi PT BGP yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, media sumselupdate masih menunggu konfirmasi dari Jumadi, perwakilan PT BGP yang sudah di hubungi via pesan WA, tapi belum dibalas. (adj)











