Palembang Kembali Zona Merah, Pergantian Tahun Tanpa Euphoria dan Kembang Api

Jumat, 11 Desember 2020
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani.

Palembang, Sumselupdate.com – Kota Palembang kembali ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Disisi lain, telah menjadi tradisi bagi masyarakat Palembang dan wisatawan lokal dan luar Sumsel merayakan pergantian tahun di Palembang.

Euforia dan kembang api, selalu menjadi pemandangan setiap pergantian tahun di beberapa titik di kota Palembang, dengan pusat perayaan di Jembatan Ampera. Tahun ini sebaiknya tradisi itu tidak dilakukan, guna menekan penyebaran Covid-19.

Read More

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, angka Covid-19 yang belum terkendali ini sangat tidak memungkinkan untuk menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak.

“Sebaiknya hotel-hotel untuk tidak menggelar kegiatan tahun baruan. Mengingat pandemi Masih terjadi. Manajemen bisa mengambil sikap, menstabilkan anggaran untuk hal lebih bermanfaat seperti gaji pegawai atau lainnya,” katanya, Jumat (11/12/2020).

Isnaini mengatakan, sejak pandemi semua event pariwisata terpaksa harus dibatalkan. Apalagi, lebih dari 90 persen kegiatan yang digelar banyak melibatkan banyak orang. Di 2020 ini, dari 101 calender of event pariwisata baru 50 persen event yang baru terlaksana.

“Baru sempat terlaksanakan hanya sampai September kemarin bila sesuai kalender. Sisanya, hanya sedikit yang kita coba untuk digelar seperti Bidar mini dengan Protokes ketat,” katanya.

Selain mengharapkan dukungan pelaku pariwisata untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19, pada tahun ini Pemerintah Kota Palembang, juga tidak akan menggelar kegiatan semarak tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tidak ada euphoria kembang api atau hiburan lainnya yang akan kita gelar. Sebab, pemerintah masih fokus penanganan Covid-19,” katanya.

Meski demikian, walau kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah untuk membangkitkan sektor yang paling banyak terdampak ini.

Salah satu yang saat ini sedang gencar dilakukan Dispar, yakni sosialisasi Clean Health Safety dan Environment (CHSE) kepada pelaku pariwisata dan masyarakat dengan bekerjasama dengan semua sektor, baik media massa, radio, selebgram dan lainnya.

Kepala Seksi Destinasi Pariwisata Dispar Kota Palembang, Kemas Andika mengatakan, bahwa CHSE merupakan program dari Kementrian pariwisata (Kemenpar), untuk membuat standar keamanan yang diterapkan di tempat wisata, ataupun pelaku usaha pariwisata seperti hotel, restoran, dan lainnnya.

“CHSE itu bagaimana ketersediaan fasilitas kebersihan seperti sanitasi, tempat cuci tangan, dan lainnya. Sedangkan Health (kesehatan) seperti pakai masker, termogun, dan lain-lain. Kemudian safety fasilitas penunjang keamanan, seperti pos jaga, dan Environtment berupa lingkungan yang sehat, dan asri,” katanya.

Oleh karena peranan yang penting untuk meningkatkan kepercayaan tamu (wisatawan) pelaku usaha pariwisata juga difasilitasi untuk membuat sertifikat CHSE.

“Sertifikasi CHSE ini gratis bagi pelaku usaha kreatif/pariwisata. Cukup dengan mendaftar saja ke Dispar ke bagian kelembagaan dan SDM kemudian di data siapa yang bakal dapat serifikasi CHSE ini kalaupun belum dapat kuota tahun ini karena habis maka akan dialokasikan tahun depan,” katanya. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts