Antisipasi Konflik Buaya dan Nelayan, Pengelola Taman Nasional Banyuasin Pasang Imbauan

Sabtu, 10 Oktober 2020
Evakuasi Rustam yang tewas diterkam buaya

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Tewasnya Rustam(37) nelayan Kabupaten Banyuasin yang diterkam buaya di Kawasan Taman Nasional Sembilang Banyuasin, Sumsel beberapa waktu lalu menuai komentar tegas Kasi Pengelola Taman Nasional, Affan Absorin

Read More

Menurutnya insiden yang terjadi tidak hanya pada musim pancaroba atau perubahan cuaca. Namun pergantian waktu dinilai harus lebih diwaspadai oleh para nelayan.

“Iya benar peristiwa kemarin memang terjadi. Mau musim apapun, memang buayanya di situ tinggal. Saat waktu konflik (mereka saling memangsa) itu terjadinya saat pergantian dari siang ke malam atau sebaliknya. Jadi waktu ini harus dihindari,” ujarnya kepada Sumselupdate.com, Sabtu(10/10/2020).

Dikatakannya hanya ada buaya saja ancaman bagi nelayan di kawasan tersebut. Ukurannya bisa mencapai 6 meter lebih di Taman Nasional Sembilang tersebut dan diduga merupakan buaya muara.

Untuk mencegah kejadian serupa tak terulang, pengelola sudah memasang imbauan dan meminta nelayan waspada. Termasuk juga nelayan diminta waspada dan melengkapi peralatan memadai.

“Semua orang tahu lokasi itu ada konflik. Itu juga telah kita pasang papan imbauan dan balik lagi, safety si nelayan harus siap juga saat mencari ikan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, konflik manusia dengan buaya kembali terjadi. Seorang nelayan di Sungai Bungin, Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kecamatan Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tewas usai diterkam buaya saat menjaring Ikan, Selasa (6/10/2020) sekitar pukul 05.00 WIB..

Kapolsek Sungsang, Iptu Bambang Wiyono mengatakan, nelayan tersebut diketahui bernama Rustam (35), warga Desa Sri Menanti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Ia tewas diterkam buaya saat mencari ikan bersama mertuanya.

“Musibah tersebut dialami oleh Rustam yang saat itu pergi mencari ikan bernama mertuanya Gani (70). Saat itu ia sedang menjaring ikan dan mengangkatnya. Tiba-tiba ketek (perahu) diseruduk oleh buaya. Perahu pun goyang dan korban yang sedang menjaring tadi jatuh ke sungai sehingga diterkam buaya,”ujarnya kepada Sumselupdate.com, Rabu (7/10/2020)

Kemudian mertua korban berusaha menyelamatkan diri dan kembali ke tempat tinggalnya di Desa Sri Menanti untuk meminta bantuan kepada warga lainnya.

Tidak hanya mengajak temannya, Gani juga melaporkan ke Polsek terdekat. Dan anggota juga mengikuti pencarian.

Sesampai di tempat atau di TKP sekitar pukul 17.15 korban ditemukan dengan kondisi tewas mengenaskan sehingga petugas mengevakuasi jasad dan membawa ke rumah duka korban. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts