Laporan: Edi Setiawan
Sekayu, Sumselupdate.com – Usai sudah pertualangan M Rudi Hartono (30), warga Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam dunia hitam.
Pelarian satu dari lima komplotan perampok sadis ini terhenti di ujung pistol. Nyawanya terserabut dari raga setelah hendak menembak petugas dengan senjata api rakitan (senpira).
Tersangka disergap tim gabungan Opsnal Sat Reskrim Polres Muba dipimpin Kanit Pidum Ipda Nasirin, SH, Kanit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Iptu Muhaimin, dan Kanit Reskrim Polsek Bayung Lencir, Ipda Dedy Kurniawan, SH, MH saat berada di Desa Dayung, Muba, Sabtu (5/9/2020), sekitar pukul 01.30 WIB.
Tersangka mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit setempat aparat melakukan tindakan tegas terukur.
Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIk dalam konfrensi pers, hari ini mengatakan, tersangka Rudi Hartono merupakan komplotan perampok yang sangat meresahkan masyarakat.
Dari catatan kepolisian, Rudi Hartono bersama rekan-rekannya yakni Heri Ismail (sudah tertangkap dan menjalani hukuman), Avivta Ala Ujang Kribo (sedang menjalani hukuman), Adris alias Idris (sedang menjalani hukuman), dan Sidi alias Otong (meninggal dunia), sudah melakukan berbagai aksi di beberapa lokasi.
Terakhir pada Selasa, 3 September 2019 sekitar pukul 12.00 di Blok E Dusun V, Desa Berlian Makmur, Kecamatan Sungai Lilin, Muba.
Perampokan yang dilakukan Rudi Hartono bersama komplotannya ini menimpa sejoli Rahmad Doni (29), warga Dusun IV, Desa Berlian Makmur, Kecamatan Sungai Lilin, Muba dan Isiyatul Hasanah (32) bidan yang tinggal di Desa Keluang, Kecamatan Keluang, Muba.
Kasus perampokan ini bermula ketika kedua korban beristirahat di salah satu lokasi. Kemudian datang dua pelaku dengan mengendarai sepeda motor.
Salah satu pelaku turun dan mendekati korban. Sejurus kemudian, salah satu pelaku langsung mencengkram pundak korban dan salah satu pelaku lainnya menodongkan senjata api rakitan ke arah perut korban sebelah kanan.
Saat moncong pistol diarahkan ke arah perut, pelaku membentak sambil menanyakan di mana uang milik korban.
Mendapati nyawanya terancam, korban menyerahkan uang sebesar Rp2 juta dan HP merek Vivo warna abu abu kepada para tersangka.
Tak hanya itu, komplotan pelaku juga sempat merampas sepeda motor milik ibu hamil yang saat itu tengah melintas di jalan umum.
Catatan lain, komplotan ini pernah melakukan perampokan terhadap tauke karet, dan seorang warga lain dengan memasuki paksa rumah korban.
Dari berbagai laporan yang masuk ini, petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil meringkus satu persatu komplotan perampok.
Kemudian yang terakhir, petugas melakukan penyergapan terhadap tersangka Rudi Hartono dinihari tadi. (**)











