Baturaja, Sumselupdate.com – Beras bantuan sosial (bansos) yang dibagikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak Covid-19 ditemukan tak layak konsumsi.
Selain berbau, beras bansos itu menggumpal. Temuan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Komunitas pers dan LSM mempertanyakan bagaimana prosedur dan mekanisme penyaluran beras bansos sehingga saat diterima warga tak bisa konsumsi.
Temuan beras bansos tak layak konsumsi untuk warga terdampak virus Corona dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) OKU, Syaiful Kamal.
Pernyataan Syaiful Kamal dikemukakan dalam konferensi pers yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda OKU, Drs Slamet Riyadi, MSi di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Baturaja, Selasa (26/5/2020).
Hadir pada konferensi pers acara ini Asisten 1, perwakilan Kajari OKU, perwakilan Polres OKU, Kepala Bulog, kadinsos, kabag, camat, lurah, serta insan pers dan LSM.
Menurut Syaiful, rusaknya beras bansos ini lantaran pada saat didistribusikan kondisi hujan deras, sehingga banyak karung beras basah dan mempengaruhi kualitas.
Namun dia memastikan jika beras yang tak layak konsumsi itu sudah diganti oleh pihak bulog.
Diungkapkan Syaiful, pihaknya memang menunjuk Perum Bulog OKU untuk menyediakan 20 ribu paket sembako untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
Adapun paket sembako ini merupakan bantuan Pemkab OKU melalui APBD OKU tahun 2020 untuk pengendalian dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Paket sembako itu dibagikan kepada 20 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang bukan penerima BST, BLT DD, PKH, dan BPNT yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten OKU.
Di tempat yang sama, Kepala Cabang Kancab Perum Bulog OKU Deni Laksana Putra mengaku, sudah mendapatkan laporan mengenai temuan beras bansos yang dilaporkan warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur mengenai beras yang diterimanya sudah menggumpal dan bau atau tidak layak dikonsumsi.
“Kita sudah tindaklanjuti dan kita siap bertanggung jawab serta sudah mengganti beras dengan yang baru. Dikarenakan kemarin pada saat pengiriman waktunya sangat singkat yakni hanya empat hari dan beras harus sudah didistribusikan mengingat pengirimannya sudah malam sekitar pukul 23.00 dan kondisi saat itu hujan deras sedangkan mobil tidak bisa masuk ke lokasi kantor lurah dikarenakan masuk gang/lorong sehingga terpaksa dipikul, kemungkinan beras tersebut terkena hujan dan menjadi rusak,” bebernya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda OKU, Drs Slamet Riyadi, MSi mengatakan, sudah mengkomfirmasi ke Dinas Sosial dan Bulog mengenai temuan ini.
“Makanya kita hadir di sini untuk mengklarifikasi masalah temuan beras ini untuk mendapat kejelasan dari masing-masing pihak supaya ini menjadi jelas dan tidak liar di masyarakat dan pihak Bulog telah mengganti beras yang rusak dengan yang baru,” ujarnya. (arm)











