Baturaja, Sumselupdate.com – Lima hari menghilang Marno (35), warga Desa Lontar, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan sudah tak bernyawa dan membusuk di sebuah gubuk milik warga yang berjarak satu kilometer dari desa tersebut.
Jasad korban ditemukan empat warga Desa Lontar masing-masing Suwandi (43), Depri (35), Mahmud (53), dan Chandra (48) yang sudah lama mencari, Jumat (2/4/2020), sekitar pukul 19.30.
Kapolres OKU, AKP Arif Hidayat Ritonga, SIK, MH melalui Kapolsek Pengandonan, AKP Mardin yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi bersama dengan aparat desa dan pihak medis dari Puskesmas Pengandonan.
Menurut Kapolsek, penyebab kematian korban hingga kini masih dalam penyelidikan petugas.
Terungkapnya kasus ini, menurut Kapolsek, bermula empat warga Desa Lontar melakukan pencarian korban lantaran sudah lama tidak terlihat di seputaran Desa Lontar.
Namun berdasarkan keteranagan istri saksi Defri bernama Yuni (28), dia pernah melihat korban pada Senin, 20 April 2020 sekitar pukul 07.00 Wib.
Saat itu korban muntah muntah di simpang jembatan Desa Lontar. Kemudian pada Jumat, 24 April 2020 Defri dan ketiga rekannya berinisiatif mencari keberadaan korban.
Setelah melakukan pencarian tepatnya di pondok di kebun milik Sukanda, keempat warga curiga karena mencium bau yang kurang sedap di sekitar pondok.
Merasa curiga Suwandi mendekati pondok tersebut dan terlihat korban sudah terlentang tanpa busana yang telah dikerubungi lalat dan tercium bau sangat menyengat.
Lalu ke empat warga tersebut pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kades Lontar dan diteruskan ke petugas piket SPK Polsek pengadonan.
Selanjutnya Kapolsek Pengandonan AKP Mardin bersama Kanit Res beserta anggota piket dan petugas medis UPTD Puskesmas Muara Jaya dan didampingi pejabat kades, bersama beberapa warga menuju TKP.
Kemudian, oleh petugas sekitar pukul 23.00, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Soetowo Baturaja guna dilakukan visum.
Dari keterangan dari warga sekitar dan Kades Lontar bernama Amran jika korban bukan asli warga Desa Lontar melainkan warga datangan dari Lampung.
Namun korban sudah lebih kurang lima tahun berdomisili di Desa Lontar dengan pekerjaan terakhir menjaga kebun milik Syarifudin yang tinggal di Kota Batutaja. (arm)











