PALI, Sumselupdate.com — Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Bumi Serepat Serasan akhir-akhir ini berimbas meluapnya Sungai Lematang. Alhasil, sedikitnya 280 rumah di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini terendam banjir.
Sunardi, salah satu warga setempat mengatakan, air mulai masuk ke pemukiman penduduk sejak dua hari lalu. “Banjir ini selain akibat intensitas hujan yang tinggi juga kiriman dari Lahat yang belum lama ini terkena banjir bandang,” kata Sunardi, Minggu (12/1/2020).
Ia pun mengakui jika musibah banjir merupakan hal biasa yang dialami warga Desa Curup. Sebab desa tersebut merupakan daerah rendah yang berada di sekitar sungai Lematang.
“Jadi apabila sungai Lematang meluap, desa kami yang pertama terendam. Dan kondisi banjir seperti ini biasa terjadi setiap tahun,” tukasnya.
Sementara itu, M Tisar Kepala Desa Curup menyebut bahwa banjir kali ini masih belum seberapa dan belum menganggu aktivitas warga.
“Kondisi saat ini ada sekitar 280 rumah terendam, karena sebelah desa kami terimbas luapan sungai Lematang. Walau sudah masuk ke pemukiman penduduk, tapi banjir ini masih belum seberapa,” ujar Kades.
Untuk mengatasi permasalahan yang setiap tahun dialami desanya, Tisar sudah mengajukan surat permintaan pembuatan tanggul penahan di pinggiran sungai Lematang ke Pemkab PALI.
“Kami minta bangun tanggul langsung dibuat jalan di atasnya. Permintaan itu sudah kami sampaikan ke Bupati. Selain itu di tengah desa harus disedot agar air tidak menggenang. Kalau tahun ini tidak ada tanggapan dari Pemkab, kita bakal gunakan dana desa untuk bangun tanggul penahan tersebut, karena meski kami sudah terbiasa kebanjiran tetapi kami ingin terbebas dari masalah ini,” tandas Kades. (ans)











