Muaraenim, Sumselupdate.com — Batalyon Infanteri 141/AYJP melaksanakan kegiatan bedah rumah ke-27, Kamis (12/12/2019) kemarin. Bedah rumah kali ini menyasar rumah Gedik (50) di Suka Maju Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muaraenim.
Hadir pada acara itu, Komandan Batalyon Infanteri 141/AYJP Letkol Inf Aswin Suladi yang diwakili Wakili oleh Pgs Pasi Intel Yonif 141/AYJP Letda Inf Wahidi Arafah, Ketua BAZNas Kabupaten Muaraenim H. Syachril.
Pasi Intel Yonif /AYJP letda Inf Wahidi Arafah mengatakan, kegiatan bedah rumah kaum dhuafa ini merupakan kerjasama antara Yonif 141/AYJP dengan Baznas Kabupaten Muaraenim yang rutin dilaksanakan dengan tujuan membantu masyarakat yang tidak mampu ataupun korban bencana serta untuk menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga tercipta Kemanunggalan TNI dan Rakyat yang semakin kuat.
Arafah jugq menjelaskan, dana yang digunakan untuk bedah rumah tersebut merupakan hasil dari pengumpulan zakat penghasilan anggota Yonif 141/AYJP melalui pemotongan gaji sebesar 2,5 persen per orang bagi personel yang beragama Islam.
“Dana tersebut dikumpulkan melalui BAZNas Kabupaten Muaraenim yang digunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu termasuk bedah rumah,” ujarnya.
“Untuk bedah rumah, selain membantu dengan dana, personel juga kita turunkan guna membantu pelaksanaan pengerjaan bedah rumah tersebut,” tambah Arafah.
Letda Inf Wahidi Arafah pun menyampaikan ungkapan syukurnya karena dana zakat yang dikeluarkan oleh prajurit Yonif 141/AYJP ternyata sangat bermanfaat bagi warga terutama yang dapat bantuan bedah rumah ataupun bantuan modal usaha. “Kita berdoa semoga zakat prajurit ini terus berlanjut dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas lagi bagi masyarakat Muaraenim dan sekitarnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Air Lintang Saidina Umar yang turut hadir pada peletakan batu pertama tersebut, berharap bantuan ini bisa berkelanjutan, dan ditingkatkan lagi khususnya bagi warga Desa Suka Maju. “Para tetangga sangat senang dengan dibangunnya rumah Gedik tersebut, mengingat rumahnya sudah tidak layak huni, bahkan hampir roboh,” tutur Umar.(azw)











