BKSDA Lahat Sebut Lokasi Petani yang Tewas Dimangsa Harimau Masuk Hutan Lindung, Warga Diminta Pulang ke Rumah

Kamis, 5 Desember 2019
Penampakan hewan buas yang diduga harimau Sumatera yang kini masuk ke kawasan perkebunan hingga dekat pemukiman warga di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, Sumsel.

Pagaralam, Sumselupdate.com – Kematian Yudiansyah Haryanto (40), warga Dusun Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, yang tewas dimangsa harimau, menambah panjang daftar korban.

Sebelum Yudiansyah Haryanto yang akrab disapa Yanto ini, ada tiga korban lain yang menjadi korban serangan hewan buas yang dilindungi negara itu.

Read More

Baik Yanto maupun Kuswanto (28), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat dan Marta Rulani (24) bin Alfian, warga Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, diserang harimau saat berada di kebun kopi.

Hanya Irfan (22), warga Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang luka berat diterkam harimau,  tidak berada di kebun kopi.

Irfan diterkam harimau saat berada di dekat pemukiman warga yang tinggal di kawasan kebun teh Gunung Dempo Kota Pagaralam.

Dari tiga warga yang diserang harimau saat berada di kebun kopi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Lahat mensinyalir perkebunan yang digarap warga masuk kawasan hutan lindung yang notabenenya habitat asli harimau Sumatera.

Ito dari BKSDA Kabupaten Lahat mengatakan, lokasi kebun tempat ditemukan korban Yanto, jauh masuk 12 kilometer kawasan hutan lindung Tebat Benawa, Kelurahan Panjalang, Kecamatan Dempo Selatan.

Ito yang saat itu didampingi Camat Dempo Selatan, Dra Suterima Duadji, MM mengatakan, di lokasi hutan lindung itu banyak warga yang berkebun kopi.

Menurutnya, harimau Sumatera di Kota Pagaralam ini berasal dari dua kantung yakni Bukit Dingin seluas 63 ribu hektar yang membentang dari Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, dan Kabupaten Empat Lawang.

Kemudian, kantung lainnya di Jambul Patah Nanti seluas 282 ribu hektar yang membentang dari Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, dan Kabupaten Muaraenim.

Dikatakannya, upaya yang dilakukan Polres, Polsek, Pemkot Pagaralam, BKSDA, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo, yakni terus melakukan evakuasi sekaligus mengimbau masyarakat yang masih berkebun di dalam kawasan hutan lindung untuk kembali ke rumah.

Sebelumnya, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni didampingi Wakil Walikota Muhammad Fadli menggelar rapat terpadu bersama Polres Pagaralam, Kodim 0405, BKSDA Sumsel, dan KPH Wilayah X Dempo pada Selasa, 3 Desember 2019,

Dalam rapat itu, Walikota Pagaralam memutuskan untuk melarang aktivitas apapun di kawasan hutan lindung. Larangan ini bertujuan agar kawasan hutan lindung yang menjadi habitat harimau tidak terganggu.

Untuk mengawasi larangan itu agar dipatuhi warga, BKSDA Sumsel dan KPH Wilayah X Dempo diminta agar terus melakukan pengawasan di kawasan hutan lindung guna memastikan aman dari aktivitas manusia. (ric/edo)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts