PALI, Sumselupdate.com – Prestasi membanggakan diukir oleh atlet asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sumatera Selatan yang digelar di Kota Prabumulih.
Di cabang olahraga (cabor) catur, atlet PALI sukses menyumbang delapan medali. Ke delapan medali tersebut di antaranya dua medali emas yang diraih oleh Alivia Noviansari dan Alica.
Kemudian, lima medali perak yang diraih oleh beregu putra dan beregu putri. Untuk beregu putra atas nama Kleo Patra, Rian Kapriaga, A. Rafiq, Evan Effendi, dan Zuherman Eddy.
Untuk beregu putri antara lain, Alivia, Frayesi, Nadila Merika, Alicia dan Lucy Afrilia. Sementara untuk satu medali perunggu ditorehkan oleh Frayesi.
Dengan perolehan medali tersebut, mengantarkan kabupaten yang sudah memasuki usia tujuh tahun itu masuk dua besar perolehan medali di bawah Kabupaten Muba dengan mengumpulkan tiga medali emas.
“Keberhasilan ini adalah modal awal kita menghadapi pertandingan selanjutnya, apa lagi kita punya pelatih berpengalaman yang terus membina para atlet kita,” ujar Hendrik Halim, Ketua Harian KONI PALI saat meninjau atlet di Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Selasa (12/11/2019).
Sementara itu, Ketua Percasi PALI Hilman, ST mengatakan, keberhasilan meraih medali hari pertama tidak terlepas dukungan dari Ketua Umum KONI PALI Ir H Heri Amalindo, MM yang telah mendukung dan memberikan motivasi kepada para atlet sehingga dapat masuk dua besar untuk hari pertama bertanding.
“Alhamdulillah, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dari Ketua Umum KONI PALI bapak Heri dan motivasi dari ketua harian Bapak Hendrik Halim,” ujar Hilman.
Kendati demikian, dia mengaku sedikit kecewa dengan ketidaknetralan dari inspektur pertandingan, meskipun berhasil mengoleksi medali di hari pertama.
“Atlet tidak boleh bangga dulu karena masih ada beberapa katagori yang belum dipertandingkan. Masih ada peluang untuk meraih mendali emas kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Agus Waldiansyah didampingi Rian selaku Manager Catur Kabupaten PALI mengatakan, meskipun atletnya telah menyumbang medali, namun Ia merasa kecewa kepada Inspektur pertandingan yang tidak netral dan pairings yang aneh.
Sistem Swiss yang dikenal di dunia catur adalah mewajibkan regu yang memimpin harus bertanding dengan regu yang perolehan poinnya paling dekat dengan yang sedang memimpin
“Kami sangat kecewa kepada Inspektur pertandingan yang tidak netral, saya berikan contoh sebuah kabupaten memimpin dengan poin 3.5 dan 1 kabupaten lain poin berada di bawahnya dengan poin 3.0, maka jika melihat ini, kedua tim wajib untuk bertemu, ini yang bikin kami kecewa dengan pertandingan hari ini,” ujarnya seraya mengatakan semoga dipertandingan selanjutnya, inspektur pertandingan bisa netral dan menjunjung tinggi fairplay. (adj)











