PALI, Sumselupdate.com – Warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Lematang tepatnya di Desa Tanah Abang Selatan dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan mengalami gatal-gatal usai mandi di sungai.
Mariani, warga Dusun 1 Desa Tanah Abang Selatan mengaku, tubuhnya mengalami gatal-gatal setelah mandi di Sungai Lematang.
Menurutnya, keluarganya terpaksa mandi di sungai lantaran sumur di dekat rumahnya sudah kering akibat kemarau panjang.
“Kami terpaksa mandi di Sungai Lematang karena dua bulan terakhir kondisi sumur warga kering karena kemarau, dan jaringan PDAM sering mati. Makanya, satu-satunya sumber air yang digunakan yaitu Sungai Lematang,” ungkap Mariani.
Mariani mengaku, usai mandi di sungai tubuhnya gatal-gatal dan timbul bintik-bintik merah seperti biang keringat.
“Kami minta pemda untuk mengusut masalah ini sampai tuntas, karena kami yang selalu jadi korban,” keluhnya.
Sementara itu, Rino salah satu warga Tanah Abang Selatan yang kesehariannya mencari ikan di sungai Lematang menyebutkan bahwa ada dua perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai itu.
Menurutnya, pasca-beroperasinya dua perusahaan tersebut, hasil tangkapan ikan mereka jauh berkurang. “Kondisi ini sudah kami alami sejak tahun 2017 lalu,” cetusnya.
Untuk mengembalikan kondisi air sungai Lematang, Rino meminta pemerintah atau instansi terkait menindak perusahaan penyebab pencemaran.
“Tindak tegas dan kami minta kompensasi, karena kami lama dirugikan akibat pencemaran ini,” pintanya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan media ini, kondisi air di Sungai Lematang berwarna coklat kehitaman dengan cukup pekat. Bahkan, bau tak sedap muncul dari Sungai Lematang itu. (adj)











