Palembang, Sumselupdate.com – Hujan sudah mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Selatan. Hujan yang berlangsung cukup lama, setidaknya mengurangi bahkan menghilangkan kabut asap yang sudah menyelimuti Sumsel dalam beberapa pekan terakhir.
Pantauan Sumselupdate.com, pagi ini, Rabu (25/9/2019) kabut asap tidak tampak lagi. Kondisi tidak tampaknya kabut asap sudah berlangsung dari sore kemarin pasca-redanya hujan.
Meski kabut asap tak tampak lagi, kualitas udara di sebagian Sumsel masih terpantau belum sehat.
Data yang diambil dari situs AirVisual, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI), kualitas udara di Kota Palembang berada di angka 160 masuk kategori tidak sehat.
Hal yang sama pada Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang angkanya lebih tinggi mencapai 247 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Sementara kualitas udara di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berdasarkan data di AirVisual berada di angka 229 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Hal sama di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir berada di angka 229, masuk kategori sangat tidak sehat.
Sedangkan di Kota Lubuklinggau, kualitas udara terpantau berada di angka 159, masuk kategori tidak sehat.
AQI sendiri merupakan indeks yang menggambarkan tingkat kualitas udara di suatu daerah.
Ia dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yakni PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Makin besar nilainya, maka makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Berikut skalanya:
– 0-50: kualitas udara bagus
– 51-100: kualitas udara moderat atau sedang
– 101-150: kualitas udara tidak sehat bagi orang yang sensitif
– 151-200: kualitas udara tidak sehat
– 201-300: kualitas udara sangat tidak sehat
– >301: kualitas udara berbahaya
Untuk kota besar di dunia, Jakarta di posisi pertama kota paling berpolusi dibandingkan negara lainnya. (edo)











