Hadapi Kesulitan, Pangdam II/Swj: Jangan Lupa Banyak Doa

Selasa, 16 Juli 2019
Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, SIP, M. Hum.

Palembang, sumselupdate.com – Hadapi berbagai macam kesulitan, Pangdam II/Sriwijaya ajak para prajurit untuk senantiasa selalu berdo’a kepada Allah. Demikian disampaikan Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, SIP, M. Hum.

Pangdam menjelaskan bahwa, semua yang ada di dunia ini pasti mengalami kesulitan, tapi sebagai umat ciptaan Allah tentu tidak sendiri dan ada orang lain juga akan mengalami kesulitan yang sama. Allah akan memberikan kesulitan sesuai kemampuan kepada orang.

Read More

Menurut Pangdam, orang yang berzikir sebelum Adzan itu akan dido’akan malaikat. Do’a yang akan dikabulkan itu saat menunggu Sholat sampai dengan Iqomat. Itu do’a yang akan dikabulkan.

“Atau pada saat Sholat Jum’at pada saat antara khotbah pertama dan khotbah kedua dan pada saat kita sujud terakhir. Berdo’alah disitu, berdo’a apa saja. Orang yang selalu berdo’a bisa merubah takdir dirinya, makanya berdo’alah kepada-Ku pasti akan Aku kabulkan. Itu janji dari Allah,” ungkapnya Selasa (16/07/2019)

Pangdam juga menuturkan bahwa, hal-hal yang terjadi dimasyarakat merupakan introspeksi buat diri, baik di lingkungan TNI/Polri maupun di lingkungan masyarakat yang sering terjadi tingkat kejahatan yang sangat luar biasa, dari menghilangkan nyawa orang lain, memperkosa dan lain-lain.

Hal itu terjadi karena tidak ada goresan dipikiran dalam hatinya yang terbaik dengan agama yang diyakininya.

“Untuk itu, marilah kita semua koreksi diri, muhasabah kita sudah sampai dimana kita menjalankan ajaran agama dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

“Berbuat baik sama siapa saja, selalu mengucapkan salam kepada siapa saja dan selalu melaksanakan ibadah kita masing-masing. Yakinlah bahwa takdir itu tetap ada”, ucap Mayjen Irwan.

Sebelumnya Pangdam juga mengajak untuk selalu mengintrospeksi diri masing-masing, dengan masih adanya prajurit dan PNS yang belum sepenuhnya melaksanakan ibadah dengan baik sehingga mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.

“Maka dari itu, kita bentengi diri kita terhadap hal-hal yang positif, yang dilakukan sesuai dengan ajaran agama yang diberikan oleh ustadz-ustadz kita dan guru-guru kita”, tuturnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts