Martapura, Sumselupdate.com – Pekerjaan membuat kolam taman tergolong pekerjaan yang rumit. Selain konstruksi bangunannya yang memang rumit, pekerjaan ini juga sangat mengutamakan unsur keindahan. Karenanya, tak heran jika tak banyak orang yang sanggup melakoni pekerjaan artistik ini.
Namun, kerumitan tersebut sepertinya tidak menghalangi Nur Kholid alias Alex (39) untuk terjun dan menekuni pekerjaan sebagai pembuat kolam taman. Ayah dari tiga anak yang beralamat di Desa Yosowinangun, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur ini bahkan mengaku telah menjalani profesi tersebut sejak empat tahun yang lalu.
“Latar belakang kenapa saya menggeluti usaha ini utamanya ya memang hobi. Saya memang suka mengekspresikan keindahan alam dengan segala isinya,” ujar Alex kepada sumselupdate.com, Selasa (26/2/2019), di tengah kesibukannya mengerjakan kolam taman milik Basir, salah satu warga di desanya.
Alex mengakui, pekerjaan membuat kolam taman memang rumit. Namun baginya, meski rumit, tetapi karena pekerjaan ini benar-benar dicintainya maka semua itu tidak menjadi masalah.
“Yang penting kita harus memiliki modal dasar dalam hal konstruksi bangunan. Selanjutnya, kita harus kuat dalam inspirasi agar menghasilkan karya yang maksimal dan memuaskan”, terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun ini.
Diketahui, Alex sebelumnya telah menekuni pekerjaan profil bangunan cukup lama. Hal ini diakuinya menjadi modal yang sangat berharga untuk mengembangkan kemampuannya dalam membuat kolam taman.
Dia menambahkan, butuh waktu dua minggu untuk merampungkan pembuatan kolam taman ukuran sedang (5 meter) versi lengkap, seperti ada jembatan dan patungnya. Untuk pekerjaan versi lengkap ini dipatok harga Rp 20 juta, sementara versi tidak lengkap Rp 15 juta.
“Untuk pekerjaan ukuran besar (10-15 meter) dibutuhkan waktu 1 bulan, sementara biayanya jika versi lengkap sebesar 40 juta,” imbuhnya.
Selama ini, lanjut Alex, lumayan banyak pemesanan yang diterimanya. Namun, banyak atau sedikitnya pemesanan itu sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat. Mereka yang memesan ini umumnya dapat informasi dari kawan-kawan, bahkan ada yang memesan setelah melihat langsung hasil pekerjaannya.
Sementara menurut salah satu pemesan jasa pembuatan kolam taman, Basir, dia mengakui jika kualitas kerja Alex selama ini terjamin. Dia juga memang suka dengan pemandangan yang bernuansa alam.
Di sisi lain, caleg DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil 4 OKU Timur, Solehun, M.Pd melihat keterampilan membuat kolam taman memiliki prospek yang baik karena pada dasarnya setiap orang suka keindahan. Di tengah masih terbatasnya pelaku bisnis ini, maka dirinya berharap ke depan akan banyak orang, terkhusus pemuda, yang mau menekuni profesi yang memiliki prospek bisnis ini.
Caleg nomor urut 2 yang diusung Partai Gerindra ini tidak lupa menyarankan agar pelaku bisnis ini mampu menerapkan manajemen modern dalam menjalankan usahanya. Manajemen yang dimaksud mulai dari pengorganisasian, pemasaran, hingga jenis produk yang ditawarkan.
“Agar lebih profesional dan berkelanjutan sebaiknya usaha ini dipayungi badan usaha seperti koperasi atau CV. Pemasarannya juga harus lebih akseleratif, misalnya dengan memanfaatkan media massa atau minimal medsos. Yang tak kalah pentingnya, produk atau model kolam tamannya harus terus diupdate,” pungkasnya. (shn)











