Palembang, Sumselupdate.com – Dikarenakan tidak dapat memenuhi permintaan sang suami memberikan uang Rp100 ribu, Nuryana (34) menjadi bulan-bulanan M Hasyim Azhari (32) di rumahnya, Jalan H Faqih Usman, Kelurahan 1 Ulu Palembang.
Akibatnya, ibu beranak dua ini mengalami luka robek dibagian belakang telinga kanan dan memar dibagian kepala. Diungkapkan korban, dirinya sering dianiaya terlapor sejak tujuh tahun terakhir.
Penyebabnya tidak lain karena sang suami penggila shabu. Puncaknya, Minggu (17/2) pukul 23.50, saat terlapor ingin mengonsumsi narkoba tidak diberi uang Rp100 ribu, karena korban hanya punya uang Rp50 ribu.
“Setiap tiga hari sekali, dia minta Rp100 ribu. Jika tidak saya dipukuli hingga babak belur. Bukan itu saja, dia juga mengurung saya keluar rumah. Diijinkan keluar, jika luka atau sembab di wajah, bekas pukulannya menghilang,” ujarnya.
Sepanjang pernikahan korban dengan pelaku, terhitung sejak pelaku mengenal sabu tujuh tahun lalu, sejak itu juga sering meminta uang dan memukul, jika tidak memenuhi permintaannya.
“Suami saya kerja ojek online. Saya kerja di apotik. Sejak tujuh tahun lalu, dia sering memukuli bahkan menyeret saya. Yang lebih parah lagi, tanpa segan dia menyeret saya di depan orangtua saya dan memukuli saya hingga gigi saya patah. Saya sudah mencoba terus bersabar, karena anak-anak,” terangnya.
Tapi kali ini, lanjut korban, “Saya sudah tidak sanggup lagi, bisa-bisa saya mati ditangannya. Memang saya tidak ada saudara laki-laki, hanya ayah yang ada, itupun sudah meninggal dunia. Dia sudah tidak pernah membantu perekonomian dirumah,” tambahnya.
Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Haryadi melalui Ka SPK Ipda Riduansyah membenarkan adanya laporan korban. “Laporannya sudah kita terima, kini dalam proses pemeriksaan,” jelasnya. (tra)











