Palembang, sumselupdate.com – Penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) mulai mewabah di sejumlah daerah di Indonesia. Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta Dinas Kesehatan baik provinsi maupun kabupaten/kota di Sumsel untuk waspada.
Herman Deru kepada wartawan usai rapat paripurna di gedung DPRD Sumsel mengatakan, untuk di Sumsel, penyakit demam berdarah atau DBD memang sudah menjangkit. Namun, belum sampai pada status kejadian luar biasa (KLB)
“Kalau yang menderita DBD disejumlah rumah sakit sudah ada tapi belum ada laporan secara rinci dari Dinas Kesehatan. Saya masih menunggu laporan itu,” kata Deru.
Meski belum berstatus KLB, tapi ia meminta Dinas Kesehatan yang ada di provinsi maupun kab/kota untuk tetap waspada dan mengantisipasi. Jika ada masyarakat yang terjangkit DBD, rumah sakit harus secepatnya melakukan tindakan.
“Dinas kesehatan harus bisa mengantisipasi dan mencegah sebelum banyak masyarakat yang dirawat karena DBD. Masyarakat pun saya himbau agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jangan sampai jentik nyamuk bebas berkembang biak dan menyebabkan DBD,” ujarnya.
Senada Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Fahlevi Maizano mengatakan, perubahan iklim yang saat ini terjadi menjadi semakin mudahnya penyebaran DBD mulai meluas.
“Setiap perubahan iklim hampir kita pastikan DBD ini terjadi, tapi di Sumsel belum sampai pada KLB,” ungkapnya.
Ia pun meminta kepada pemerintah khususnya Dinas Kesehatan di daerah mengambil sikap antisipasi yang lebih cepat agar tidak menyebar lebih luas.
“Dinkes provinsi harus cepat berkoordinasi dengan Dinkes kab/kota untuk mencegah penyebaran DBD ini. Jangan sampai setelah banyak masyarakat yang terkena DBD baru sibuk dengan penanganannya,” pinta politisi PDIP ini.
Fahlevi pun berharap, fasilitas rumah sakit hingga Puskesmas yang ada di daerah untuk bersiap baik fasilitas maupun tenaga medis, sehingga penanganan masyarakat yang terkena DBD cepat. Yang lebih utama, langkah pencegahan segera dilakukan oleh Dinas Kesehatan di daerah.
“Kita Dinkes agar memerintahkan ke puskesmas yang ada di Sumsel untuk mengantisipasi dan siaga sebelum wabah DBD menjadi KLB. Dinkes melalui Puskesmas dapat mencegah dengan memberikan masyarakat racun abate dan ikan cupang yang berguna untuk membunuh jentik nyamuk. Selain itu kegiatan fogging (pengasapan) rutin dilakukan di lingkungan-lingkungan yang ada di masyarakat. (mor)











