Cegah Kematian Akibat DBD, 5.000 Anak SD di Palembang Disuntik Vaksin Gratis

Writer: - Rabu, 14 Januari 2026
Seorang siswa sekolah dasar di Palembang menerima suntikan vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) gratis dalam program kolaborasi FK UNSRI dan Dinkes Kota Palembang untuk menekan kasus DBD pada anak-anak. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 5.000 anak sekolah dasar (SD) di Kota Palembang akan mendapatkan vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) secara gratis. Program ini menyasar 60 SD di wilayah dengan angka kejadian DBD tertinggi dan dilaksanakan melalui 10 puskesmas.

Vaksinasi gratis tersebut merupakan hasil kerja sama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang sebagai upaya menekan tingginya kasus DBD pada anak-anak yang kerap berujung fatal.

Read More

Co Principal Investigator 1 FK UNSRI, dr Ariesti Karmila, M.Kes, SpA(K), PhD, menjelaskan bahwa vaksin DBD sebenarnya telah beredar secara resmi sejak tiga tahun lalu dan digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun hingga kini vaksin tersebut masih bersifat berbayar dan belum masuk dalam program vaksinasi nasional.

“Alhamdulillah, FK UNSRI mendapatkan bantuan sebanyak 5.000 dosis vaksin DBD yang akan diberikan kepada anak-anak yang tinggal di wilayah dengan kejadian DBD tertinggi di Palembang,” kata dr Ariesti.

Ia menyebutkan, FK UNSRI sebelumnya telah melakukan pemantauan komprehensif terhadap kelompok anak yang divaksin dan tidak divaksin. Hasil kajian menunjukkan vaksin DBD cukup efektif dalam mencegah penyakit maupun meringankan gejala apabila infeksi tetap terjadi.

Vaksin diberikan kepada anak usia 6 hingga 10 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gandus, Empat Ulu, Taman Bacaan, Sosial, Kalidoni, Padang Selasa, Makrayu, Pembina, Kertapati, dan Sematang Borang.

“Target utama kami adalah anak-anak tidak terkena DBD sama sekali. Namun jika pun terkena, gejalanya diharapkan hanya ringan,” ujarnya.

Program vaksinasi ini telah dimulai sejak November 2025 dan direncanakan akan segera dilaunching secara resmi. dr Ariesti menambahkan, vaksin DBD dapat digunakan hingga usia 60 tahun dan tersedia di rumah sakit atau melalui dokter spesialis dengan biaya sekitar Rp700 ribu untuk dua kali suntikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan, mengatakan kasus DBD di Palembang masih tergolong tinggi. Pada 2024 tercatat sekitar 1.300 kasus dengan 14 kematian. Angka tersebut menurun pada 2025 menjadi sekitar 800 kasus dengan tiga kematian. Sedangkan pada Januari 2026 telah tercatat 30 kasus DBD.

“Kami berharap pada 2026 ini tidak ada lagi kematian akibat DBD,” kata Yudhi.

Menurutnya, vaksinasi difokuskan pada anak-anak karena kelompok usia tersebut menjadi penyumbang kasus DBD terbanyak. Vaksin diharapkan menjadi langkah tambahan selain Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M.

“Dengan vaksin ini, semoga angka kasus DBD di Palembang bisa terus ditekan,” ujarnya.

(**)

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts