PALI, Sumselupdate.com – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) terus menjalar di wilayah Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), meski Pemkab melalui Dinkes telah melakukan fogging dan membagikan bubuk abate untuk menekan berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD, tapi penderitanya terus bertambah.
Seperti dialami Nabila (8) siswi kelas 3 SD putri pasangan Indra dan Eni, warga Desa Persiapan Tempirai Barat yang telah terbaring sakit selama tiga hari. “Bidan desa menyatakan anak kami terkena demam berdarah, saat ini dirawat di rumah saja,” ucap Indra, orangtua Nabila, Senin (3/12/2018).
“Saat hendak dibawa ke rumah sakit panas badannya naik turun. Tapi, tadi ada saran dari pak Kades, anak kami harus segera dibawa ke rumah sakit, sebab yang menderita DBD, bukan hanya anak kami saja, tapi tetangga juga,” paparnya.
Sementara itu, Dedi Handayani, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat menyebutkan bahwa dari data dan laporan warga, dalam dua minggu terakhir ini ada sekitar 50 warga Tempirai terkena DBD dan didominasi oleh anak-anak dan balita.
“Harusnya pemerintah atau instansi terkait menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa Tempirai, sebab jumlah penderitanya sudah puluhan orang. Dan banyak warga terjangkit DBD, hanya dirawat di rumah karena tak ada dana,” terang Kades.
Terpisah, Lydwirawan, Plt Kepala Dinkes PALI menyarankan agar warga yang positif mengidap DBD agar segera dibawa ke rumah sakit. Sebab, apabila dibiarkan dirawat di rumah sangat berisiko tinggi dan bisa menyebabkan kematian.
“Selain itu, kami imbau jaga kebersihan dan terapkan 3C. Sebab, apabila hanya dilakukan fogging dan menaburkan bubuk abate cuma bertahan dua hari,” ujarnya. (adj)











