PALI, Sumselupdate.com – Guna meningkatkan pengetahuan dan skill perawat yang bertugas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI menggelar pelatihan dan pendidikan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Aula Hotel Grand Charlie Pendopo, Kamis (1/11/2018).
Dalam menggelar pelatihan ini, Dinkes PALI melakukan kerja sama dengan DPD PPNI PALI dan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Sumsel.
Pada kegiatan tersebut, Kepala Dinkes PALI dr H Muzakir mengatakan, pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah Kabupaten PALI untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat.
“Pendidikan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi perawat, terutama yang bekerja di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit. Sebab, pada pelatihan BTCLS ini diajarkan bagaimana menangani dasar-dasar penyelamatan ketika menangani pasien ketika darurat,” ujar dr Muzakir.
Pelatihan BTCLS ini diakui dr Muzakir untuk kali pertama digelar di Kabupaten PALI, dan kedepan diharapkan kegiatan tersebut berkesinambungan.
“Saat ini peserta baru 45 orang perawat, diharapkan ini bakal menjadi awal pelatihan, dan kedepan kita inginkan seluruh perawat yang bertugas di PALI bisa memiliki sertifikat BTCLS,” harapnya.
Sementara itu, H Lailani perwakilan PPNI Sumsel menyebutkan bahwa peserta akan diberi pembekalan dasar tentang bantuan hidup dasar.
“Yakni mempertahankan pernafasan dan sirkulasi yang ada sampai kondisi yang menyebabkan henti nafas dan henti jantung dapat diatasi. Selanjutnya materi kedua adalah memberikan kemampuan menata laksana pasien yang mengalami trauma. Sebab, garda depan dalam pelayanan kesehatan adalah perawat,” terangnya.
Terpisah, Birman, Ketua DPD PPNI Kabupaten PALI menyebutkan, jumlah perawat di Kabupaten PALI sebanyak 329 orang. Untuk pelatihan BTCLS perdana ini, baru ada 45 peserta.
“Kita targetkan seluruh perawat ikuti pelatihan seperti ini, dengan prioritas yang bekerja di UGD. Nantinya, peserta bakal dibekali pengetahuan tentang bagaimana menolong pasien ketika darurat. Apalagi dalam penanganan gagal jantung, yang harus cepat ditangani dengan tepat,” ucap Birman. (adj)











