Palembang, sumselupdate.com – Pasca kejadian ambruk akibat diterjang angin puting beliung pada sabtu lalu, perbaikan plafon stasiun LRT DJKA terus digenjot. Bisa dipastikan untuk pengerjaan secara keseluruhan pada hari Rabu siang ini, plafon sudah selesai diperbaiki.
Sejak kejadian hingga saat ini meski ada pengerjaan, pihak LRT melakukan pemasangan garis batas, untuk memastikan pengerjaan tidak berbahaya bagi aktivitas penumpang yang sudah mulai berjalan normal di stasiun LRT DJKA.
Saat ini untuk aktivitas di stasiun DJKA sendiri kembali normal setelah dilakukan penutupan beberapa hari karena diterjang angin kencang disertai hujan deras telah merobohkan bagian plafon stasiun LRT.
Kepala Proyek Utama LRT Palembang, Masudi Jauhari, di stasiun DJKA, mengatakan, pengerjaan siang ini selesai, namun meski begitu pihaknya sudah kembali membuka stasiun DJKA sejak kemarin, karena perbaikan plafon dlaksanakan tidak menggangu rutinitas operasional LRT.
Menurutnya pasca ambruk dibagian plafon dan dilakukan pengecekan secara keseluruhan kerusakan hanya terjadi di bagian plafon dan tidak ada kendala terhadap bagian lainnya, termasuk masalah lstrik juga tetap aman.
“Setelah kita cek tidak ada masalah lain, untuk kelistrikan juga sudah aman, untuk fisik stasiun serta fasilitas lainnya cukup baik, jadi bisa kita pastikan yang rusak hanya dibagian plafon yang jatuh, ” jelasnya, Rabu (31/10/2018).
Masudi menjelaskan, dari pengecekan ada sebanyak enam lubang bagian plafon yang lepas saat peristiwa angin kencang tersebut. Namun itu sudah diperbaiki, hari ini perbaikan sudah selesai secara keseluruhan.
“Bagian plafon itu kan sifatnya cuma nempel perbagian, sehingga kalau ada tekanan seperti yang terjadi pada hari kemaren, saat ada angin kencang maka otomatis membuat bagian plafon tertekan hingga akhirnya lepas, namun bisa kita pastikan besok semua pekerjaan sudah selesai,” tegasnya.
Terkait dengan kejadian itu, pihak LRT sendiri akan mengevaluasi bagian dinding yang dirancang sekaligus sebagai ruang angin agar apabila terjadi tekanan angin kencang tidak mudah merusak bagian plafon yang ada di dalam.
“Mungkin akan kita rancang ruang ruang angin itu agar arahnya tidak menghempas bagian atas di ruang tunggu itu,“ pungkas Masudi. (adi)











