Uang Palsu Beredar di OKU Timur, Pedagang Mulai Resah

Minggu, 14 Oktober 2018

Martapura, Sumselupdate.com – Tiga hari terakhir Peredaran uang palsu mulai marak di Kabupaten OKU Timur. Membuat para pedagang di Pasar Gumawang Belitang mulai resah bahkan menjadi korban.

Diketahui, uang palsu tersebut beredar di kalangan pedagang yang berjualan Pasar Gumawang. Uang palsu yang beredar merupakan pecahan Rp100.000. Bentuk uang palsu tersebut juga nyaris sama persis dengan uang asli, sehingga para pedagang tidak dapat membedakannya.

Read More

Seperti yang dialami Samsiyah warga Desa Kuto Sari Kecamatan Belitang III Kabupaten OKU Timur saat diwawancari wartawan, Minggu ( 14/10/2018), dirinya merupakan pedagang tempe yang mendapat pecahan uang palsu dari salah satu konsumennya.

Kejadian itu berawal ketika dirinya sedang mengantar pesanan tempe ke salah satu rumah makan yang berada di Gumawang, saat itu dirinya dihentikan oleh seorang ibu dengan membawa anaknya dengan modus membeli tempe.

“Kejadian ini terjadi sekitar tiga hari lalu saat saya mengantar pesanan tempe di salah satu rumah makan depan sekolah Metodis. Ketika itu salah seorang ibu membeli tempe saya tanpa melihat lebih teliti uang yang ia berikan dan langsung saya masukan tas,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Mbah Iyah ini juga menjelasakan uang yang diberikan dengan nominal Rp100.000 sedangkan pembeli itu hanya membeli tempe seharga Rp10.000, namun tanpa rasa curiga ia langsung menerima uang pemberian pelaku tersebut dan langsung memberi kembalian Rp90.000.

Menurutnya pelaku tidak jauh dari sekitaran Gumawang, pasalnya kejadian seperti ini pernah terjadi beberpa bulan yang lalu dan dialami oleh pedagang tempe juga seperti dirinya.

Dirinya juga menambahkan, pelaku sepertinya sering melakukan transaksi uang palsu, sebab tidak ada kecurigaan sama sekali yang terlihat dari gestur tubuhnya saat membeli dagangannya saat itu, dan pelaku tersebut ialah ibu-ibu dengan membawa seorang anak.

“Sampai saat ini saya belum melapor ke pihak berwajib, saya akan lebih hati-hati lagi saat menerima uang pecahan jumlah besar, takut tertipu lagi, dan saya jualan untungnya dikit, tapi malah ditipu,” pungkasnya. (mat)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts