Kikis Mental Miring Personel dengan Zero Halinar

Kamis, 16 Agustus 2018

Baturaja, Sumselupdate.com – Pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), benar-benar serius dalam melaksanakan zero handphone, pungli, dan narkoba (halinar) di lingkungan penjara itu.

Memang tidak mudah, tapi upaya penguatan yang dioptimalkan langsung oleh Kepala Rutan Baturaja, Herdianto, yang diteruskan kepada para petugas dan pegawai di lingkungan Rutan, berhasil mengikis mental “miring” para personel di lembaga tersebut.

Read More

Tak hanya itu, komitmen zero halinar yang tegas diterapkan dalam penjara, ini rupanya sudah ‘makan korban’ dari kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) itu sendiri.

Salah satu penyebabnya karena masuk dalam satu unsur yang disebut di atas (halinar-red). Di mana ada penghuni rutan yang nekat menggunakan dan menyimpan handphone.

Alhasil, hak-hak WBP yang kedapatan melanggar ketentuan ini, terpaksa dicabut. Bukan hanya hak yang dicabut, ada juga WBP yang masuk sel setrap bahkan sudah ada yang dipindahkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) lain.

“Sudah ada yang kita pindahkan ke UPT lain karena kedapatan menyimpan HP. Tanggal 9 Agustus lalu, tujuh orang kita pindahkan ke Muaradua. Sebelumnya, kita juga kirim enam orang ke Prabu. Sampai nangis orang tuanya minta tidak dipindah. Tapi tindakan ini harus kita tegakkan,” ucap kepala Rutan Batutaja Herdianto, Kamis (16/8/2018).

WBP dan pembesuk, sambung Herdianto, harus menjalankan komitmen tersebut. Termasuk kalangan pegawai rutan.

“Kalau ada pegawai rutan yang nekat membiarkan bahkan menerima pungli pun, tak akan saya kasih ampun. Beritahu saya,” tegasnya.

Kendati larangan itu tegas diterapkan, Rutan Baturaja tetap memberi waktu dan kesempatan bagi WBP yang ingin berkomunikasi dengan keluarga.

“Solusinya, kita sudah siapkan Wartel PAS. WBP yang mau menggunakan sarana telekomunikasi itu digilir per kamar. Waktunya diberikan 10 menit. Batasnya sampai jam 16.00 wib. Karena jam segitu sudah waktunya masuk kamar waktu sore,” paparnya.

Tentu saja, komunikasi dimaksud tetap dalam pantauan pihaknya. “Jam berapa dia nelpon, kemudian menghubungi siapa dll, kita catat,” demikian Herdianto. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts