Baturaja, Sumselupdate.com – Transaksi jual beli dan aktivitas jalan terlihat padat di kawasan Pasar Baru, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hal ini disebabkan karena para pedagang kaki lima (PKL) menjajakan dagangan di bahu jalan.
Pantauan di lapangan, mulai dari pedagang sayur, ikan dan laimnya terlihat menjajakan dagang mereka bukan hanya di kios yang telah disediakan, melainkan sejumlah pedagang membentangkan dagangan hingga ke pinggir jalan.
Bahkan dilengkapi dengan payung sebagai alat berteduh. Dampaknya jalan menyempit, warga yang berkendaraan pun kesulitan melintas. Kondisi ini mendapat keluhan dari beberapa masyarakat.
Bahkan ada yang mempertanyakan jalan ini sebenarnya untuk siapa. Untuk pedagang atau pengguna jalan. “Kadang saya bertanya sendiri dalam hati. Jalan ini untuk siapa?,” kata Mardi pengunjung pasar.
Jika memang jalan ini dibangun atau diadakan untuk pedagang menggelar atau menjajakan dagangan mereka, yang sudah tutup saja jalan ini. Dengan demikian peruntukannya jelas. Namun sebaliknya jika jalan ini diadakan untuk pengguna jalan, ada baiknya pihak berwenang mengatur kondisi ini biar lebih tertip lagi.
“Liat saja sendiri. Di pinggir-pinggir jalan ini pedagang banyak yang membentangkan dagangan mereka. Belum lagi ada parkir. Jadi jalan ini sudah sempit tambah sempit lagi karena hal seperti ini,” ucapnya.
Adanya pedagang di pinggir jalan ini kata Ayu pengunjung pasar lainnya mengaku khawatir saat melintas. Bahkan ia mengaku tidak berani masuk menggunakan kendaraan.
“Paling saya parkir di luar kalau mau ke pasar. Takut saya bawa kendaraan ke dalam. Jalannya sempit pedagang menjajakan dagangan mereka di pinggir jalan. Takut menabrak dagangan yang dijajakan,” ceritanya.
Enap, seorang pedagang sayur di kawasan tersebut mengaku menjajakan dagangan di pinggir jalan karena tidak memiliki lapak dagangan. Dengan demikian ia terpaksa berdagang di pinggir jalan untuk mencari rezeki.
“Sampai saat ini tidak ada yang memarahi kami jualan disini. Maulah ada kios yang layak. Tapi mau bagaimana lagi sekarang belum ada. Kami ini kan cuma pedagang kecil. Mana mampu kami beli atau sewa kios di pasar. Hasil dagangan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja,” ucapnya.
Namun sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum dapat dikonfirmasi. (wid)











