Palembang, Sumselupdate.com – Head Coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mengungkapkan, kegagalan mereka meraih poin penuh lantaran PSM Makassar di luar prediksi menerapkan permainan terbuka dan man to man marking, sehingga anak asuhnya terkejut dengan skema yang diterapkan lawan.
“Kita mengawali pertandingan sedikit kalah inisiatif dengan PSM. Mereka langsung tampil marking dan bermain sedikit keras, hingga pemain kita sedikit terpancing emosi dan terbawa ritme permainan lawan,” ujar RD.
Bahkan, pada babak pertama tim berjuluk Juku Eja ini tampil marking ketat berbeda pada saat laga melawan Barito Putera yang menerapkan taktik bertahan, sehingga pasukannya hanya memiliki satu peluang pada babak pertama.
“Memasuki babak kedua sudah ada perubahan dan kombinasi, namun tidak ideal dan hanya lima komunikasi dan tiga peluang yang telat diambil. Tapi kita tetap beri semangat kepada pemain, meskipun ini kurang maksimal karena bermain di kandang,” ungkap RD.
Sementara terkait Beto yang dicadangkan, pihaknya mengaku sudah koordinasi dengan dokter. “Kita sudah kordinasi dengan dokter tim Beto masuk line up dengan catatan kalau sangat dibutuhkan baru bisa diturunkan. Saya akan diskusi dengan dokter tim apakah harus MIRC terhadap Beto. Ke depan saya akan terus ingatkan pemain karena kualitas individu pemain kita cukup bagus dan tetap bermain dengan gaya kita dan tidak terpancing pemain lawan,” tuturnya. (tra)











