Ada Demo Driver Taksi Online di Jalur Masuk Bandara, Polisi Lepaskan Tujuh Tembakan ke Udara.. Kok Bisa?

Jumat, 2 Februari 2018

Palembang, Sumselupdate.com – Kericuhan antara sopir taksi online dengan taksi bandara terjadi di depan akses masuk Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (2/1/2018) sekitar pukul 10.30. Polisi terpaksa melayangkan tujuh tembakan ke udara untuk mengurai massa yang mulai bertindak anarkis.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bermula saat seorang sopir taksi online bernama Rian, mengantar seorang penumpang ke bandara SMB II Palembang. Sesampainya di sana, usai menurunkan penumpang Rian dikerubungi oleh sekelompok massa yang merupakan sopir taksi bandara.

Read More

Rian dicecar dan langsung dipojokkan oleh massa. Meski sudah menjelaskan bahwa dirinya hanya mengantar penumpang, para sopir taksi bandara seolah-olah tidak mau tahu. Akhirnya massa pun memukuli Rian serta merusak mobil Rian hingga mengalami kerusakan dan penyok di badan mobil.

Rian pun akhirnya melarikan diri dari bandara dan segera ke Polsek Sukarami untuk melaporkan tersebut, seraya mengabarkan kejadian tersebut ke grup WhatsApp berisi kumpulan para sopir taksi online. Para sopir taksi online yang terprovokasi akan kabar tersebut segera tancap gas menggeruduk bandara SMB II Palembang.

Secara berangsur-angsur ratusan sopir taksi online mendatangi bandara dari pukul 10.00-10.30. Mereka pun melakukan aksi solidaritas di sisi jalan, sekitar 300 meter dari gerbang akses Bandara SMB II. Massa yang datang semakin banyak, pihak kepolisian yang datang untuk mengamankan jalannya aksi pun semakin kewalahan.

Hingga puncaknya sekitar pukul 10.30, aksi vandalisme yang dilakukan para sopir taksi online menyasar taksi bandara yang tengah melintas di lokasi kejadian. Mobil taksi bandara menjadi sasaran vandalisme dan dirusak oleh para sopir taksi online yang tersulut emosinya. Polisi pun berupaya menenangkan massa namun massa tetap beringasan dan tetap merusak taksi bandara.

Kondisi mobil taksi bandara itupun penyok di bagian depan badan mobil dan kaca pecah akibat dipukul oleh para sopir taksi online. Beberapa anggota polisi pun terpaksa melayangkan tembakan peringatan ke udara untuk mengurai massa. Terhitung tujuh tembakan ke udara yang dilepaskan oleh tiga anggota polisi untuk membubarkan aksi vandalisme tersebut.

Wakapolresta Palembang AKBP Prasetyo yang memimpin langsung pengamanan langsung berdialog dengan kedua belah pihak usai insiden tersebut dan mengimbau kepada driver taksi online untuk tidak main hakim sendiri.

“Janganlah kalian seperti itu, kalian tak menghargai kami disini. Kalau kalian ingin mengungkapkan aspirasinya silahkan kami fasilitasi. Tapi tidak seperti tadi,” jelasnya.

Setelah dialog, pihaknya pun menggiring seorang provokator serta sopir taksi bandara yang menjadi korban dalam insiden tersebut untuk dimintai keterangan di Polsek Sukarami. Serupa, para pelaku yang merusak kendaraan milik Rian, sopir taksi online pun tertangkap dan dimintai keterangan di Polsek Sukarami.

Sementara itu, Asisten Manager Ops Airport Security Bandara SMB II Palembang Mira Ginting mengatakan, pihaknya sebagai pemegang otoritas bandara, TNI AU sebagai pengaman wilayah di bandara, serta pihak taksi bandara telah rapat terkait kejadian tersebut.

Mira menegaskan, pihaknya tidak bisa memediasi pihak taksi online dan taksi bandara karena hal tersebut bukanlah urusan kebandaraan yang ditangani oleh Angkara Pura II. “Oleh karena itu kami memohon kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dishub dan kepolisian untuk memediasi hal tersebut karena kami tidak memiliki kewenangan dalam memediasi hal diluar kebandaraan,” ujarnya.

Dirinya pun menegaskan taksi online diperbolehkan masuk ke bandara hanya untuk mengantar penumpang, bukan untuk menjemput penumpang dari bandara. Di luar hal tersebut apabila ada terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan tegas membawa permasalahan ke ranah hukum.

“Dari pengakuan sopir taksi online dirinya mengantar penumpang dan kemudian dianiaya oleh para taksi bandara. Itu kami tegas, membawa hal tersebut ke kepolisian untuk mendapatkan ganjaran hukum. Sebaliknya apabila ada taksi online yang menjemput penumpang di bandara pun akan dilakukan tindakan,” tukasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts