Martapura, Sumselupdate.com – Bupati OKU Timur, HM Kholid Mawardi melakukan panen raya perdana di areal persawahan Kelompok Tani Gemah Ripah seluas 30 hektar di Dusun Pasundan, Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Buay Madang Timur, Senin, (28/1/2018).
Dalam sambutannya, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi menegaskan bahwa Kabupaten OKU Timur ini merupakan salah satu daerah pertanian dengan penyumbang pangan terbesar di Provinsi Sumatera Selatan.

“Luas lahan tanam pertanian di Kabupaten OKU Timur ini seluas 192 ribu hektare, tentunya ini juga didukung secara teknis oleh saluran irigasi yang baik, dan OKU Timur siap mendukung kedaulatan pangan,” tegasnya.
Kholid menambahkan, diperkirakan puncak panen jatuh pada Februari hingga Maret, namun sudah panen sejak 18 Januari lalu.
“Dengan potensi yang khususnya di sektor primer ini, mari bangun potensi sumber daya yang ada. Sebab OKU Timur merupakan salah satu penghasil padi terbesar di Sumsel. Dan kita siap mendukung kedaulatan pangan,” tegas Kholid didampingi Dandim 0403 OKU Letkol Arm Agung Widodo, Kadin Pertanian Ruzuan Efendi dan sejumlah pejabat kepada awak media.
Pada kesempatan itu, Kholid berpesan, agar hasil panen raya padi dapat disimpan, hendaknya setiap desa membangun lumbung desa dengan menggunakan dana desa.
Ini yang ditekankan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi kepada kelompok tani yang hadir saat itu.
“Setelah panen hendaknya para petani bersabar dan menunda penjualan padi, gunakan seperlunya saja dan sisanya bisa disimpan di lumbung padi atau di rumah. Dan saya ingatkan kembali bahwa 20 persen dana desa bisa digunakan untuk infrastruktur BUMdesa dan bisa dibuat untuk lumbung desa,” terangnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Ruzuan Effendi mengatakan, hingga bulan Maret diperkirakan panen raya padi di Kabupaten OKU Timur mencapai 42 ribu haktar dan untuk tahun ini hasil produksi cukup bagus.
Salah satunya di lokasi Deam Area Budidaya Tani Sehat Kelompok Tani Sido Makmur, Desa Sukodadi, Kecamatan Buay Madang Timur, OKU Timur, dengan hasil ubinan rata-rata 7,43 kilogram per ubin jika dikonversi menjadi 11.888 kilogram Gabah Kering Panen (GKP) per hektar.
“Hasil yang baik ini tidak terlepas dari arahan Bupati, dan semoga untuk tahun-tahun berikutnya melalui arahan bupati hasil panen padi kedepan bisa lebih meningkat,” lugasnya. (adv/mat)











