Palembang, Sumselupdate.com – Memasuki tahun 2018 program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Peguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akhirnya dibuka.
Otoritas Universitas Sriwijaya menyebut, jangan sampai para calon pendaftar mempercayai orang-orang yang mengaku bisa meloloskan (calo). Pasalnya, seleksi ini diharapkan tidak diciderai praktek nakal.
Warek Bidang Akademik sekaligus Ketua Panitia SNMPTN dan SBMPTN Prof Zainuddin Nawawi, PhD, dalam keterangan persnya mengatakan, pendaftaran sudah dimulai sejak 13 Januari, usai di-launching oleh Mendikbud RI.
“Jadi jika ada yang mengatakan bisa memasukkan atau kenal dengan saya, jangan dipercaya,” tegasnya saat menggelar keteranhan persnya, Kamis (25/1/2018).
Lanjut dia, nilai UN tidak lagi dipertimbangkan dalam SNMPTN karena waktinya berbeda. Apalabila calon pendaftar tidak lulus Ujian Nasional tapi saat tes SNMPTN lulus maka kelulusan dibatalkan.
“Untuk kouta SNMPTN 30 persen dari 7000 dan untuk SBMPTN ada kuota 40 persen dari 7000,” jelasnya.
Sementara Prof Zulkfili Dahlan selaku Bidang Humas dan Sosialisasi mengatakan bahwa Sekolah harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) jika tidak segera mengurus ke dinas dan pendaftar harus asa Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
“Bagi siswa yang difinalisasi oleh kepsek, akan mendapat pasword, kalau akreditas A maka 50 persen dari siswa, kalau akreditasi 30 persen, akreditas C 10 persen dan belum akreditas akan mendapat kuota 5 persen,” jelasnya.
Sementara itu, pendaftaran boleh dua PTN, maksimal tiga prodi sesuai dengan minat. Jika memilih dua PTN, syaratnya salah satu PTN dari Sumsel baik PTN Unsri atau PTN UIN. (sbw)











