Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lubuklinggau Aldianda Maisal merilis data terbaru mengenai angka pengangguran, , Rabu (8/11/2017). Pada data terakhir menunjukkan penurunan drastis dalam kurun waktu sekitar lima tahun terakhir.
Pada 2013 angka penggangguran di Kota Lubuklinggau mencapai 7,0 persen dan turun menjadi 4,0 persen di 2017.
“Angka itu turun jauh dibanding sebelum-sebelumnya, 2015 lalu angka pengangguran meningkat tajam menjadi 10 persen. Sementara 2016 kita tidak melakukan pendataan,” ujarnya.
Dijelaskannya, tingginya angka pengangguran pada 2015, karena disebabkan faktor Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan di segala bidang.
Aldianda menilai ketika pembangunan terjadi pengangguran meningkat adalah hal yang sangat wajar dan lumrah terjadi. Bahkan di kota mana pun juga di Indonesia ini ketika proses pembangunan sedang berjalan maka pengangguran nya akan semakin tinggi.
“Saat itu dibangun Indomaret, Alfamart dan Dafam dibangun. Jadi ibarat nya saat itu semua orang berdatangan ke Lubuklinggau untuk mencari pekerjaan. Karena diibaratkan Lubuklinggau manis dan banyak didatangi semut,” katanya.
Ditengah sibuk nya pembangunan dan ramainya orang mencari pekerjaan di kota Lubuklinggau. Kebetulan BPS melakukan survei angka pengangguran. Dalam proses pendataan itu BPS tidak mengenal apakah yang di data adalah warga asli Lubuklinggau atau bukan.
“Jadi yang terjaring yang menganggur. Karena yang datang itu adalah orang luar. Karena pendataan BPS adalah orang yang tinggal di kota Lubuklinggau, bukan berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang yang di data tersebut,” pungkasnya. (and)











